Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
Redaksi - Friday, 10 April 2026 | 09:34 AM


salsabilafm.com - Kenaikan harga plastik memaksa pengusaha tempe di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengubah bungkus ke cara lama memakai daun pisang. Moh. Zaini, salah satu pengusaha tempe di Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, mengaku sudah belasan tahun membungkus hasil produksi dengan plastik.
Namun, sejak harga plastik mulai tidak bersahabat, dia memilih kembali ke cara lama. Tempe dibungkus dengan daun pisang.
"Mau tidak mau harus berhemat. Kalau dipaksa plastik keuntungan menipis," ucapnya, Jumat (9/4/2026), dilansir dari Kompas.
Menurutnya, tidak semua tempe dibungkus daun pisang. Tapi hanya sebagian saja sesuai kebutuhan dan pesanan pelanggan.
"Setidaknya ada pengurangan biaya. Sebab harga plastik naik 100 persen dari sebelumnya," katanya.
Lima lembar plastik tempe besar warna merah sebelumnya seharga Rp28.000. Saat ini naik menjadi Rp45.000.
"Untuk tempe yang ukuran besar masih memakai plastik. Karena pedagang masih memotongnya untuk dijual lagi," ucapnya.
"Untuk tempe ukuran kecil, semuanya sudah diganti bungkus daun pisang. Sebab, pembeli langsung memasak habis dalam satu hari, tidak disimpang di kulkas," sambung dia.
Zaini mengatakan, perbandingan harga plastik dengan daun pisang cukup jauh. Satu ikat daun pisang bisa dibelinya dengan harga Rp 15.000
"Ada juga daun yang dijual kiloan. Satu kilogram hanya seharga Rp25.000. Selisih cukup jauh dengan plastik yang mencapai Rp45.000," katanya.
Namun, kata Zaini, memanfaatkan daun pisang juga ada kekurangan. Pada musim tertentu stok terbatas, terutama saat musim kemarau. Di tengah kenaikan harga plastik, pengusaha tempe diyakini tidak akan menaikkan harga.
Pilihannya antara mengurangi ukuran dan beralih ke bungkus daun pisang.
"Menaikkan harga tidak mungkin. Dengan pakai daun pisang setidaknya bisa menutupi naiknya harga plastik," katanya.
Zaini mengaku, tempe ukuran kecil dijualnya Rp 2.000 satu potong. Sementara yang berukuran lebih besar Rp 5.000. Dia berharap, harga plastik bisa kembali normal. Kenaikan harga dirasakan berpengaruh pada biaya produksi.
"Saya mulai mengurangi bungkus plastik sejak minggu ini. Mudah-mudahan segera turun harga," pungkasnya. (*)
Next News

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
in 42 minutes

WFH Pertama, Kantor di Bangkalan Nyalakan Listrik di Satu Ruang Kerja
11 hours ago

Hemat Energi, Bupati dan Wabup Sumenep Naik Becak ke Kantor
11 hours ago

Disnaker Sampang Tegaskan Pengiriman PMI ke Timur Tengah Berjalan Normal
14 hours ago

Lantik 118 PNS, Bupati Sampang: Tunjukkan Kinerja dan Pelayanan Publik yang Prima
15 hours ago

BPJS Kesehatan Ingatkan Pentingnya Status JKN Aktif bagi Masyarakat
8 hours ago

Massa Demo PN Sampang, Desak Eksekusi Tanah dan Bangunan Ditunda
a day ago

Raih Penghargaan Pelayanan KB Terbaik II Tingkat Nasional, Dinkes Sampang: Bukan Sekadar Penghargaan, Tapi Motivasi
2 days ago

KPK Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Bupati Pamekasan, Pejabat Dilarang Bawa HP
2 days ago

PN Sampang Tegaskan Larangan Gratifikasi, Pemberi dan Penerima Terancam Sanksi Pidana
2 days ago





