Harga Cabai Makin 'Pedas', Pedagang dan Pengusaha Bebek Songkem di Sampang Menjerit
Ach. Mukrim - Sunday, 11 January 2026 | 06:07 AM


salsabilafm.com - Belakangan ini, warga di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dibuat pusing dengan harga kebutuhan pokok yang terus naik, terutama cabai. Memasuki minggu kedua Januari 2026, harga cabai rawit merah di pasar-pasar tradisional sudah sangat mahal dan melewati batas harga biasanya.
Seperti yang diungkapkan Zubaidah, salah seorang pedagang cabai di pasar tradisional Sampang. Kondisi saat ini, kata dia, merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir. Minimnya pasokan membuat harga cabai rawit merah mencapai kisaran Rp94.900 hingga Rp110.000 per kilogram.
"Pasokan sangat seret. Dari distributor barangnya sedikit karena banyak petani yang gagal panen. Kami di pasar bingung mau jual berapa ke pembeli karena modalnya sudah sangat tinggi," keluh Zubaidah saat ditemui di lapaknya, Minggu (11/1/2025).
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Nurul Hayati, mengonfirmasi bahwa anomali cuaca menjadi biang keladi di balik ketidakstabilan harga ini. Tingginya curah hujan di wilayah sentra produksi menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen.
"Kondisi cuaca ekstrem mengganggu produktivitas lahan. Data kami menunjukkan adanya tren kenaikan harian yang cukup signifikan di seluruh Jawa Timur, dan Sampang terdampak langsung karena ketergantungan pada pasokan luar daerah," jelasnya.
Dia mengatakan, Pemerintah tengah memantau ketat pergerakan harga melalui sistem portal Siskaperbapo Jatim dan berencana melakukan langkah intervensi pasar jika tren kenaikan terus berlanjut hingga akhir bulan ini.
"Kami imbau untuk memantau update harga bahan pokok harian secara mandiri melalui laman resmi Sigarang Sampang guna mengantisipasi fluktuasi lebih lanjut," lanjut Nurul.
Dampak kenaikan harga cabai ini dirasakan langsung oleh Fajar, pemilik usaha kuliner Bebek Songkem. Sebagai pengusaha yang mengandalkan cabai sebagai bahan baku utama bumbu tradisionalnya, Fajar mengaku sangat terpukul.
"Bebek songkem itu notabene menggunakan cabai dalam jumlah banyak. Kalau harganya terus melonjak, biaya produksi kami tidak tertutup. Kami benar-benar mengeluhkan kondisi ini karena menaikkan harga menu akan memberatkan pelanggan, tapi kalau tidak naik, kami yang rugi," keluh Fajar. (Mukrim).
Next News

PMI Asal Sampang Diduga Disiksa di Libya, Disnaker Teruskan Kasus ke Kemenlu dan BP2MI
16 hours ago

Kecelakaan Maut Pikap Vs Truk di Bangkalan, 1 Orang Tewas Terjepit
16 hours ago

Pemkab Bangkalan Siapkan 3.500 Hektare Lahan untuk Pembangunan Kawasan Industri
16 hours ago

Truk Tabrak Pohon di Bangkalan, Kaki Kernet Patah
16 hours ago

Pemkab Sumenep Mutasi dan Promosi 129 PNS dan PPPK
16 hours ago

Meluas, Kekeringan Kritis di Sampang Bertambah Jadi 81 Desa
17 hours ago

Kebakaran di Bangka Selatan, 305 Rumah dan 1.800 Jiwa Terdampak
10 hours ago

Viral Perundungan di Asrama, Telkom University DO Dua Mahasiswa
11 hours ago

Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Diangkat Jadi Kapolres Bangkalan
2 days ago

Begini Penjelasan Polisi Soal Perusakan Indomaret di Pamekasan
2 days ago




