Jumat, 1 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Hadiri Hari Buruh di Monas, Prabowo Komitmen Perjuangkan Nasib Buruh

Redaksi - Friday, 01 May 2026 | 07:40 AM

Background
Hadiri Hari Buruh di Monas, Prabowo Komitmen Perjuangkan Nasib Buruh
Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  – Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Monumen Nasional, Jum'at (1/05/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh buruh untuk bersyukur karena masih diberi kesehatan sehingga dapat berkumpul dalam momentum perjuangan kaum pekerja.


Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan serta menyebut kehadirannya sebagai sebuah kehormatan. Dia menilai kaum buruh selama ini selalu memberikan dukungan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.




"Saya mengajak kita semua bersyukur, hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Terima kasih atas undangannya, ini kehormatan bagi saya," ujar Prabowo.


Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia, khususnya kelompok masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah dalam satu tahun terakhir diarahkan untuk melindungi seluruh rakyat, terutama kaum buruh.




Prabowo mengungkapkan, pemerintah telah mengangkat Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, serta berencana meresmikan Museum Perjuangan Buruh "Marsinah" di Desa Nglundo, Nganjuk, dalam waktu dekat.


Selain itu, pemerintah juga telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) setelah melalui perjuangan panjang selama 22 tahun. Dia menyebut regulasi ini sebagai tonggak penting karena selama ini pekerja rumah tangga belum mendapatkan perlindungan yang jelas.


"Saya terima kasih dan terharu, saya memahami dan menghormati perjuangan saudara-saudara, yang bekerja dengan keringatnya, seorang yang mulia, pejuang untuk anak dan istrinya," ungkapnya.




Tahun ini Prabowo akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus.


"Tahun berikutnya 1.500 dan semuanya kurang lebih ada 6 juta nelayan yang akan diperbaiki hidupnya dengan anak, istri 20 juta lebih rakyat Indonesaia akan lebih sejahtera,'' jelasnya.




Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Kerja dan Kesejahteraan Buruh. Ia memastikan pemerintah akan terus hadir dan membela kepentingan buruh di Indonesia. (*)