HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Anggaran Dialihkan untuk Bantuan Bencana Aceh-Sumatra
Redaksi - Tuesday, 06 January 2026 | 01:37 AM


salsabilafm.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Sebagian anggaran kegiatan dialihkan untuk bantuan kemanusiaan.
Tasyakuran HAB ke-80 digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026), dengan mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju".
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kesederhanaan peringatan HAB tahun ini merupakan pilihan sadar Kemenag untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
"Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini kami laksanakan secara sederhana sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana. Dana yang tersedia kami fokuskan untuk bantuan kemanusiaan," ujar Nasaruddin.
Menurut dia, kebijakan tersebut justru membawa hikmah. Sejumlah program Kemenag yang sempat tertunda pencairannya mendapat izin relokasi anggaran sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana.
"Dari relokasi itu, kami bisa mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup besar bagi masyarakat terdampak. Ini menjadi pengingat bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyat," katanya.
Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), Poroz, serta jaringan masjid dan lembaga keagamaan, termasuk Masjid Istiqlal.
Hingga saat ini, total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp66,47 miliar bersumber dari APBN, sementara sisanya berasal dari program Kemenag Peduli, donasi ASN, serta dukungan lembaga zakat dan wakaf.
"Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati, menyesuaikan kondisi lapangan. Beberapa wilayah masih tergenang air dan akses infrastruktur baru saja pulih," jelasnya.
Bantuan tersebut difokuskan untuk pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan, meliputi 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, serta bantuan bagi lebih dari 11 ribu guru dan ratusan ribu siswa madrasah.
Nasaruddin menambahkan, ratusan masjid dan madrasah kini telah kembali berfungsi. Selain itu, ribuan mushaf Al-Qur'an, sarana pembelajaran, dan peralatan darurat telah disalurkan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengapresiasi Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80.
"Kegiatan donor darah ini sangat membantu, terutama menjelang Ramadan. Hampir 300 kantong darah berhasil dikumpulkan," ujarnya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama menjadikan usia 80 tahun Kemenag sebagai momentum memperkuat kerja ikhlas dan pengabdian.
"Capaian yang diraih patut disyukuri, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang terus meningkat. Namun semua itu adalah amanah yang harus kita jaga demi Indonesia yang damai dan maju," pungkasnya. (*)
Next News

Pietra Widiadi: Pendamping Tak Hanya Fasilitator, Tapi Agen Perubahan Perilaku Masyarakat
6 hours ago

Radio Masih Bisa Bertahan di Era Digital, Pietra Widiadi: Kuncinya Adaptasi!
6 hours ago

Tak Kunjung Rampung, DPRD Sampang Desak Percepatan Perbup Disabilitas
9 hours ago

Molor, Perbup Disabilitas di Sampang Diperkirakan Terealisasi Tahun 2028
9 hours ago

Kemenhaj Pamekasan Siapkan 38 Bus Antar Calhaj ke Embarkasi Surabaya
9 hours ago

5 KDKMP di Sumenep Terima Bantuan Kendaraan Operasional
9 hours ago

Sambut Kemarau, Petani Garam di Sumenep Mulai Siapkan Lahan
9 hours ago

Penerangan Jalan di Akses Suramadu Padam, Belasan Panel Listrik Dirusak OTK
9 hours ago

Sampang Targetkan Naik Peringkat Kabupaten Layak Anak ke Nindya
9 hours ago

Kecelakaan Kereta Api Kembali Terjadi, KA Dhoho Tabrak Truk Pasir di Perlintasan Blitar
9 hours ago





