Rabu, 7 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Anggaran Dialihkan untuk Bantuan Bencana Aceh-Sumatra

Redaksi - Tuesday, 06 January 2026 | 01:37 AM

Background
HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Anggaran Dialihkan untuk Bantuan Bencana Aceh-Sumatra
Menteri Agama Nasaruddin Umar. ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Sebagian anggaran kegiatan dialihkan untuk bantuan kemanusiaan.


Tasyakuran HAB ke-80 digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026), dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.


Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kesederhanaan peringatan HAB tahun ini merupakan pilihan sadar Kemenag untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini kami laksanakan secara sederhana sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana. Dana yang tersedia kami fokuskan untuk bantuan kemanusiaan,” ujar Nasaruddin. 


Menurut dia, kebijakan tersebut justru membawa hikmah. Sejumlah program Kemenag yang sempat tertunda pencairannya mendapat izin relokasi anggaran sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana.


“Dari relokasi itu, kami bisa mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup besar bagi masyarakat terdampak. Ini menjadi pengingat bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya.


Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), Poroz, serta jaringan masjid dan lembaga keagamaan, termasuk Masjid Istiqlal.


Hingga saat ini, total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp66,47 miliar bersumber dari APBN, sementara sisanya berasal dari program Kemenag Peduli, donasi ASN, serta dukungan lembaga zakat dan wakaf.


“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hati-hati, menyesuaikan kondisi lapangan. Beberapa wilayah masih tergenang air dan akses infrastruktur baru saja pulih,” jelasnya.


Bantuan tersebut difokuskan untuk pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan, meliputi 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, serta bantuan bagi lebih dari 11 ribu guru dan ratusan ribu siswa madrasah.


Nasaruddin menambahkan, ratusan masjid dan madrasah kini telah kembali berfungsi. Selain itu, ribuan mushaf Al-Qur’an, sarana pembelajaran, dan peralatan darurat telah disalurkan kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengapresiasi Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80.


“Kegiatan donor darah ini sangat membantu, terutama menjelang Ramadan. Hampir 300 kantong darah berhasil dikumpulkan,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama menjadikan usia 80 tahun Kemenag sebagai momentum memperkuat kerja ikhlas dan pengabdian.


“Capaian yang diraih patut disyukuri, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang terus meningkat. Namun semua itu adalah amanah yang harus kita jaga demi Indonesia yang damai dan maju,” pungkasnya. (*)