Rabu, 25 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ganti Hand Traktor Hilang Sebesar Rp16 Juta, Disperta Sampang: Dari Dana Internal

Ach. Mukrim - Wednesday, 25 February 2026 | 05:37 AM

Background
Ganti Hand Traktor Hilang Sebesar Rp16 Juta, Disperta Sampang: Dari Dana Internal
: Hand traktor pengganti untuk Poktan Madupat saat diturunkan. (Disperta Sampang untuk salsabilafm/)

salsabilafm.com - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang mengganti satu unit hand traktor yang sebelumnya dilaporkan hilang. Penggantian dilakukan menggunakan dana internal sekitar Rp16 juta guna memastikan aktivitas petani tidak terganggu.


Kepala Disperta Sampang, Suyono, mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusinya atas aset yang masih berada dalam pengawasan dinas.


"Karena alat itu masih dalam wilayah tanggung jawab dinas, maka kami wajib mengganti. Penggantiannya dari dana internal," katanya, Rabu (25/2/2026).


Dia mengungkapkan, hand traktor tersebut merupakan jatah Kelompok Tani (Poktan) Madupat, Desa Madupat, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Unit pengganti telah diserahkan dan saat ini sudah kembali dimanfaatkan oleh kelompok tani setempat.


"Unit baru sudah kami serahkan dan sudah diambil oleh Poktan Madupat," jelasnya.


Suyono menambahkan, laporan kehilangan tetap diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Pihaknya mendukung penuh proses tersebut sembari memastikan pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal.


"Ke depan, Disperta Sampang akan melakukan evaluasi internal serta memperkuat sistem keamanan penyimpanan alat guna meminimalkan risiko kejadian serupa, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia," imbuhnya.


Semenatara itu, Ketua DPP Ormas GAIB sekaligus tokoh Desa Madupat, Habib Yusuf, menyampaikan terima kasih atas perhatian serius dari pemerintah kabupaten Sampang. 


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Bapak Bupati atas instruksi percepatan penggantian alat ini. Ini adalah bentuk nyata perhatian kepada masyarakat tani," katanya.


Yusuf juga menegaskan, warga dan ormas mendukung penuh proses administratif atau hukum yang sedang berjalan terkait hilangnya unit sebelumnya.


"Penggantian ini murni untuk kepentingan petani agar bisa kembali beraktivitas di sawah," pungkasnya. (Mukrim)