Jumat, 20 Maret 2026
Salsabila FM
Advertorial

Fokus Keselamatan Mudik, Kapolres Sampang Ingatkan Pengendara Jaga Kondisi Fisik

Ach. Mukrim - Thursday, 19 March 2026 | 10:42 PM

Background
Fokus Keselamatan Mudik, Kapolres Sampang Ingatkan Pengendara Jaga Kondisi Fisik
Doa bersama dan santunan anak yatim untuk keselamatan para pemudik bersama elemen mahasiswa. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Kepolisian Resor (Polres) Sampang memperketat pengawasan jalur mudik lebaran idul Fitri 2026 di wilayah Madura guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain kesiapan infrastruktur, polisi memberikan atensi khusus pada faktor kelalaian manusia (human error) yang dipicu oleh kelelahan fisik pengendara.


Peringatan ini disampaikan di sela agenda doa bersama elemen mahasiswa dan pemberian santunan kepada anak yatim di mushola kantor Satlantas Polres Sampang, Kamis (19/3/2026).


Kapolres Sampang AKBP Hartono menekankan pentingnya kesiapan fisik dan kewaspadaan para pengendara yang melintasi wilayah Madura.




Hartono mengingatkan, perjalanan jauh menuju kampung halaman memiliki risiko kelelahan yang tinggi. Sebabnya, dia meminta para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk atau lelah.


"Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan pos-pos pelayanan yang ada jika butuh istirahat. Jangan ambil risiko di jalan," ingatnya. 




Menurut Hartono, keselamatan pemudik bukan hanya urusan teknis di lapangan seperti kelayakan kendaraan atau kondisi jalan, melainkan juga tentang ketenangan jiwa dan kepedulian terhadap sesama.


"Kami menyadari bahwa tugas mengamankan arus mudik adalah tanggung jawab besar. Melalui doa bersama adik-adik yatim dan rekan-rekan mahasiswa ini, kami mengetuk pintu langit agar setiap warga yang pulang kampung diberikan perlindungan dan keselamatan sampai ke tujuan," ujarnya.


Hartono menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi simbol bahwa menjaga kondusivitas wilayah adalah tanggung jawab kolektif. Kehadiran anak-anak yatim di tengah-tengah aparat dan aktivis kampus pun membawa pesan moral bahwa keberkahan dari berbagi dapat menjadi "bahan bakar" semangat bagi petugas yang berjaga di lapangan.




"Santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tapi cara kami meminta dukungan moral. Ada doa-doa tulus dari mereka yang kami harapkan menjadi wasilah (perantara) keselamatan bagi seluruh masyarakat Sampang dan para pemudik yang melintas," pungkas Hartono. (Mukrim)