DPRD Sampang Ingatkan OPD Terkait PPPK Paruh Waktu: Kami Sudah Beri Warning
Ach. Mukrim - Wednesday, 24 September 2025 | 03:09 PM


salsabilafm.com – Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang memberikan peringatan tegas kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait polemik perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
Peringatan tersebut disampaikan usai puluhan tenaga kesehatan (Nakes) mendatangi Kantor DPRD Sampang pada Senin (22/9/2025) lalu. Para tenga honorer itu menuntut keadilan dalam proses seleksi PPPK paruh waktu yang dinilai tidak transparan dan tidak adil.
Para Nakes mengaku kecewa karena merasa tidak diusulkan dalam proses seleksi, meskipun telah mengabdi selama bertahun-tahun
Ketua Komisi I DPRD Sampang, Mohammad Salim, menyampaikan, keluhan muncul dari puluhan tenaga kesehatan yang tidak lulus seleksi PPPK. Salim menyebut ada dua persoalan utama yang menjadi sorotan.
"Pertama, proses perekrutan PPPK paruh waktu yang sejak awal dianggap tidak transparan. Kedua, kekhawatiran para Nakes terhadap status mereka di BLUD setelah dinyatakan tidak lulus," katanya, Rabu (24/9/2025).
Salim menjelaskan, pihaknya bersama Ketua Komisi IV telah melakukan langkah preventif dengan memanggil kepala OPD terkait, yakni BKPSDM, Dinas Kesehatan – KB, dan Dinas Pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, sempat ada kesepakatan tidak tertulis untuk memperjuangkan para tenaga pengajar dan Nakes yang telah memenuhi syarat administrasi dan regulasi.
"Kami sudah memberi warning. Ternyata yang kami khawatirkan benar-benar terjadi. Banyak yang tidak diusulkan tanpa alasan yang jelas," tegas politisi Partai NasDem itu.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyoroti pentingnya profesionalisme di bidang pendidikan dan kesehatan yang menyangkut masa depan bangsa. Dia meminta agar proses seleksi PPPK dilakukan secara adil dan transparan.
"Kami hanya butuh alasan mengapa lebih dari 30 Nakes tidak diusulkan. Kalau mereka memang tidak aktif di Puskesmas, silakan tidak usah diusulkan. Bahkan saya menyarankan untuk mencoret atau memberhentikan mereka, tentunya melalui mekanisme yang sesuai, seperti pemberian surat peringatan terlebih dahulu," kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
"Jika OPD tidak memberikan penjelasan yang masuk akal, DPRD akan menindaklanjuti permasalahan ini secara kelembagaan," sambungnya.
Polemik ini menjadi perhatian serius DPRD Sampang karena menyangkut nasib para pengabdi yang selama ini telah bekerja di lapangan. Kini, mereka terancam kehilangan kejelasan status akibat tidak diusulkan dalam seleksi PPPK paruh waktu. (Mukrim)
Next News

Puting Beliung Terjang Sunenep, 27 Rumah Rusak dan 6 Warga Luka-luka
13 hours ago

Dana Transfer Seret, DPRD Sampang Desak Pemda Genjot Inovasi PAD
13 hours ago

Fakta Baru Terungkap, Lahan SDN Batoporo Timur 1 Bukan Aset Pemkab Sampang
13 hours ago

Angin Kencang, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum di Pamekasan Rusak
15 hours ago

Warga Desa di Pamekasan Gotong Royong Perbaiki Jalan Ambles Akibat Longsor
15 hours ago

Gunakan Inovasi Robotik, Antrean Pasien di RSUD Syamrabu Bangkalan Berhasil Dipangkas
15 hours ago

Zaki Ubaidillah Pebulu Tangkis Asal Sampang Juara Thailand Masters 2026
15 hours ago

Jadi Kawasan Rawan, Warga Sampang Minta JLS Dipasangi Kamera Pengawas
15 hours ago

Mobil BMW Terbakar di Sampang, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
16 hours ago

Siswa TK di Pamekasan Nyaris Terlindas Mobil MBG
2 days ago





