Dinas Perikanan Sampang: Bantuan Lele 2026 Hanya untuk Pembudidaya Eksis
Ach. Mukrim - Saturday, 28 February 2026 | 06:20 AM


salsabilafm.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang memastikan penyaluran bantuan bagi pembudidaya lele pada tahun anggaran 2026 tidak akan menyasar sembarang pihak. Otoritas setempat menetapkan kriteria ketat bahwa fasilitas penunjang tersebut hanya diperuntukkan bagi peternak yang terbukti aktif serta memiliki infrastruktur kolam mandiri.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Diskan Sampang, Moh Mahfud mengatakan, bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini hanya akan menyasar pembudidaya yang sudah memiliki rekam jejak aktif dan memiliki sarana prasarana dasar.
"Bantuan dari kami pernah lengkap juga, yang disesuaikan dengan anggaran. Yang dibantu adalah pembudidaya yang sudah punya kolam dan eksis berbudidaya. Bukan orang yang masih mau berbudidaya," katanya, Sabtu (28/2/2026).
Mahfud menjelaskan, langkah ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi ikan air tawar di tanah kelahiran Pangeran Trunojoyo tersebut.
Berdasarkan data terakhir, lanjutnya, terdapat sekitar 220 pembudidaya lele yang tersebar di wilayah Sampang. Pihaknya mengaku terus berupaya melakukan pemutakhiran data (update) sekaligus memberikan pelatihan kapasitas agar pengetahuan teknis para pembudidaya terus berkembang.
Mengenai besaran nominal dan jenis bantuan untuk tahun ini, Mahfud tidak merinci secara detail. Ia menyebut pembagian akan disesuaikan dengan skala dan kondisi di lapangan. Di tahun-tahun sebelumnya, bantuan yang diberikan mencakup paket lengkap mulai dari kolam, bibit ikan, hingga pakan.
"Jumlah banyak sedikitnya bantuan itu tergantung dari kondisi pembudidaya. Artinya, jumlah yang diberikan tergantung dari jumlah kapasitas yang di budidaya," jelasnya.
Terkait isu pemasaran yang kerap menjadi kendala, Mahfud mengklaim, sebagian besar pembudidaya di Sampang sudah memiliki kemandirian pasar. Meski pemasaran bukan wewenang langsung bidangnya, dia memantau bahwa para peternak lele sudah memiliki jejaring distribusi tersendiri.
"Kalau pembudidaya sudah lama, mereka sudah punya koneksi atau relasi pengepul," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
11 hours ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
11 hours ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
15 hours ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
15 hours ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
16 hours ago

ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
16 hours ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
16 hours ago

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
16 hours ago

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
a day ago

Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
2 days ago





