Kemenhaj Sumenep Imbau Konvoi Penjemputan Jemaah Haji Tidak Dilakukan Berlebihan
Redaksi - Friday, 05 June 2026 | 07:43 AM


salsabilafm.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penyambutan berlebihan terhadap jemaah haji yang akan kembali dari Tanah Suci dalam beberapa pekan ke depan.
Imbauan itu disampaikan, menyusul tradisi konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat yang hampir selalu terjadi setiap musim pemulangan jemaah haji di Sumenep.
Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, mengatakan, konvoi kendaraan untuk menjemput jemaah haji telah menjadi tradisi yang berlangsung dari tahun ke tahun.
Namun, dia berharap kegiatan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan. Sebab, berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas.
"Konvoi memang sudah menjadi tradisi masyarakat saat menyambut jemaah haji. Tetapi kami berharap tidak dilakukan secara berlebihan," ucap Halimy, Jum'at (5/6/2026).
Menurut dia, apabila tradisi tersebut sulit dihentikan, setidaknya jumlah kendaraan yang ikut konvoi dapat dibatasi, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna jalan lainnya.
Halimy menilai, penyambutan jemaah haji merupakan bentuk rasa syukur dan kebahagiaan keluarga maupun masyarakat. Namun, euforia tersebut tetap harus memperhatikan keselamatan dan kepentingan publik.
"Kami berharap kalau memang tetap dilakukan, minimal bisa dikurangi dan tidak melibatkan terlalu banyak kendaraan," tambahnya.
Halimy juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, selama melakukan penjemputan jemaah haji.
"Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kemeriahan penyambutan," ungkapnya.
Pihaknya meminta peserta konvoi tidak menggunakan jalan secara sembarangan, tidak melanggar rambu lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, Kemenhaj berharap aparat kepolisian melakukan langkah-langkah preventif, untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama masa pemulangan jemaah haji berlangsung.
Pengaturan lalu lintas dinilai penting, mengingat jumlah kendaraan yang terlibat dalam penjemputan sering kali cukup besar, terutama untuk jemaah yang berasal dari wilayah pedesaan.
"Kami berharap, ada pengawasan dan langkah pencegahan dari kepolisian, agar kegiatan penjemputan tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," jelasnya.
Menurut dia, tradisi penyambutan seharusnya menjadi momen kebahagiaan, bukan justru menimbulkan masalah baru di jalan raya. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat dapat menyambut kepulangan jemaah haji secara sederhana dan tertib.
"Kami tentu tidak ingin sampai terjadi kemacetan panjang yang merugikan pengguna jalan lain. Apalagi sampai menimbulkan kecelakaan dan memakan korban jiwa," pungkasnya.
Diketahui, jemaah haji asal Sumenep dijadwalkan mulai tiba di Indonesia pada 21 Juni 2026. Sejumlah kloter asal Sumenep akan mendarat di Bandara Juanda Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing. (*)
Next News

Update Harga BBM Pertamina, Cek Pertamax hingga Pertalite Hari Ini
13 hours ago

Dishub Sampang Targetkan Proyek PJU Pokir DPRD Rp15 Miliar Dikerjakan Awal Agustus
13 hours ago

Polisi Tangkap Oknum Dokter IGD RSUD Sampang dan Juru Parkir, Diduga Konsumsi Sabu
14 hours ago

Kemenhaj Bangkalan Mulai Verifikasi Ratusan Calon Jamaah Haji 2027
14 hours ago

HAN 2026, Disdik Sampang Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
14 hours ago

Proyeksi Anggaran Pilkades Serentak 2027 Sampang Capai Rp24,3 Miliar
14 hours ago

Kemenag Sampang Dukung Edukasi Pencegahan Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum Sekolah
14 hours ago

Musala Milik Lansia di Pamekasan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
18 hours ago

Pemotor di Pamekasan Alami Luka-Luka, Diduga Jadi Korban Tabrak Lari
18 hours ago

19 Desa di Bangkalan Terdampak Kekeringan, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih dari Pemerintah
2 days ago





