Datangi Satgas MBG Pamekasan, FORMAASI Soroti Dugaan SPPG Tanpa IPAL
Redaksi - Wednesday, 08 April 2026 | 09:11 AM


salsabilafm.com - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (FORMAASI) mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Mereka menyoroti dugaan banyaknya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi tanpa dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Koordinator FORMAASI, Iklal, menegaskan, persoalan ketiadaan IPAL ini tidak bisa dianggap sepele. Sebab, keberadaan instalasi pengolahan limbah merupakan syarat mutlak dalam menjamin standar sanitasi dan kelestarian lingkungan.
"Satgas MBG atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) seharusnya bertindak tegas jika memang ditemukan banyak IPAL dapur yang tidak sesuai standar. Kami menuntut transparansi! Kami ingin melihat apa saja temuan riil hasil sidak di lapangan dan rekomendasi apa yang akan disodorkan ke pihak provinsi," tegas Iklal, seperti dilansir koranmadura, Senin (6/4/2026).
Dia juga mempertanyakan fungsi pengawasan eksekutif berjalan. Menurutnya, jika dapur MBG tanpa IPAL dibiarkan beroperasi, maka limbah cair domestik berskala besar yang dihasilkan berpotensi kuat mencemari dan merusak ekosistem lingkungan sekitar.
Merespons desakan para aktivis, Wakil Ketua Satgas MBG Pamekasan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), Taufikurrahman, menyatakan, pihaknya sangat terbuka terhadap segala bentuk kritik, aspirasi, maupun temuan lapangan dari masyarakat.
"Tidak apa-apa, itu bagian dari dinamika aspirasi masyarakat. Semua temuan di lapangan kami terima sebagai bahan masukan dan evaluasi. Satgas tetap bekerja sesuai kewenangan untuk mempercepat pelaksanaan MBG, sekaligus memastikan seluruh syarat-syarat formalnya terpenuhi dengan baik," ujar dia.
Taufikurrahman menjelaskan, setiap pengelola dapur MBG sejatinya diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan ketat. Dokumen lingkungan seperti Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) serta kelayakan sistem IPAL menjadi instrumen wajib. Pihaknya mengaku terus melakukan penelusuran terhadap masing-masing dapur untuk memastikan kesesuaian standar yang telah ditetapkan.
"Kalau memang di lapangan ada dapur yang belum memenuhi kriteria, tentu akan langsung diberikan rekomendasi teguran untuk segera diperbaiki. Karena IPAL ini sangat vital agar limbah buangan tidak mencemari lingkungan dan kualitasnya sesuai dengan baku mutu air," tambahnya.
Terkait isu banyaknya SPPG yang mengabaikan IPAL, pihak Satgas menegaskan akan melakukan pengecekan menyeluruh (sweeping).
Dapur yang terbukti membandel dan tidak memenuhi standar sanitasi akan dipaksa untuk melengkapi kelayakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (*)
Next News

Puskesmas di Pamekasan Tolak Antarkan Jenazah Bayi Gunakan Ambulans, Ini Alasannya
in 2 hours

Harga Plastik Naik, Penjual Minuman di Bangkalan Terpaksa Naikkan Harga
20 hours ago

Antisipasi Kemarau Panjang, 29 Desa di Bangkalan Masuk Prioritas Bantuan Air Bersih
20 hours ago

Angin Kencang Robohkan Tenda Hajatan di Bangkalan
20 hours ago

Campak Capai 90 Kasus, Dinkes Sampang Tingkatkan Kewaspadaan dan Sosialisasi
a day ago

Sah! Inayah Wahid Putri Gus Dur Menikah dengan Kiai Muda Asal Sumenep
a day ago

Baru 5 Perusahaan Tambang yang Kantongi Izin di Sampang, PMII Desak ESDM Jatim Perketat Pengawasan
a day ago

Camplong dan Jrengik Jadi Titik Rawan Laka, Polisi Perketat Patroli Malam
a day ago

Harga Plastik Melonjak 70 Persen, Diskopindag Sampang Imbau UMKM Beralih ke Paper Cup
a day ago

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Terperosok ke Sawah di Sampang
a day ago




