Buku Tengka Karya Hasani Utsman, Hapus Status Inferior Stigma Negatif Madura
Ach. Mukrim - Sunday, 07 January 2024 | 11:06 AM


salsabilafm.com– Alumni Mesir se- Madura (Ahrom) menggelar Bedah Buku "Tengka Sosial Dalam Masyarakat Tradisional Madura" karangan KH. Hasani Utsman. Bedah buku tersebut berlangsung di kediaman Lora Hasani, di jalan Pemuda Bahari, Kajuk, Sampang, Sabtu (6/1/2023).
"Saya juga kaget kenapa buku saya yang dibedah, biasanya kan tradisi Fiqin dan Tasawuf, mungkin ini sebagai kesan alumni Timur Tengah tidak anti budaya Madura," kata Hasani Ustman, Penulis Buku Tengka.
Hasani Ustman mengatakan, kegiatan ini untuk mengingatkan bahwa masyarakat Madura punya sistem mural yaitu Tengka. Sejauh ini, kebudayaan Madura lebih banyak menerima beban pandangan inferior, terutama jika disejajarkan dengan kebudayaan Jawa yang adiluhung.
Status inferior ini bahkan jelas tergambar dalam sebutan yang dilekatkan oleh seorang peneliti dengan menjuluki Madura sebagai Sisilia-nya Jawa (the Sicilia of Java). Yg merupakan Pulau Mafia di Italia. "Bayangkan, betapa gelap stigma mereka terhadap Madura," katanya.
Untuk itu, di dalam bukunya, ia mencoba meraut akar sejarah yang panjang dengan menyajikan fakta-fakta sejarah. pihaknya juga berusaha merasionalisasi "Tengka" yang sejauh ini terkadang dianggap tidak logis bahkan dikatakan anti logika.

Tengka merupakan formula norma moral berdasarkan prinsip keselarasan, keutamaan, tatakrama, dan tanggung jawab sosial yang ada di dalam masyarakat tradisional Madura.
"Tengka adalah Nurma dan etika sosial sebagai ilmunya. Jadi tengka etika sosial adalah teorisasi terhadap sistem mural yg ada di Madura yang selama ini dikenal 'Tengka Tadha' Ketabba, Madura Red," jelasnya.
Pihaknya juga berusaha menkodifikasi sistem mural masyarakat Madura menjadi sebuah laporan atau yang bisa dinikmati generasi selanjutnya. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda Madura yang semakin jauh dari akhlak dan tengka Madura.
"Sebenarnya kita generasi muda diberikan beban 'E Pakon Ajegeh Tengka' sedangkan literatur dan informasi tengka tidak ada," terangnya.
Tengka adalah aturan-aturan dalam suatu komunitas masyarakat yang tersirat dan tidak terbukukan. Tengka merupakan formula masyarakat Madura yang mengatur perilaku tertentu untuk kegiatan tertentu.
"Termasuk etiket dan tatakrama dalam menjalani kehidupan sosial," tutupnya.
Pemateri dalam acara tersebut, Kiai Sholahuddin mengatakan, saat ini dibutuhkan peneliti yang dapat membantah atau memberikan imbangan pada studi-studi ke- Maduraan yang cenderung merendahkan orang dan kebudayaan Madura, terutama studi kemaduraan yang memandang Madura dengan sudut pandang inferior
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Semenep itu mengutarakan, Buku Tengka ini sangat bermanfaat. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Hasani Utsman ini merupakan salah satu dari upaya pembetulan mengenai tengka dan tradisi Madura.
"Kita butuh pemikir dan peneliti yang cermat sehingga kita bisa meneliti sekaligus membuat budaya tanding dengan kemajuan cara berpikir," ujarnya.
"Arti dari kata Tengka tadek ketabbeh yaitu sulitnya pengertian tengka hanya bisa dipahami secara tarbawi atau pendidikan tidak bisa dipelajari dari buku dan kitab saja," tutupnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
15 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
15 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
15 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
15 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
15 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
15 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
15 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
15 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
16 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





