Buka Musrenbang Banyuates, Wabup Sampang Tegaskan Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Konektivitas Utara
Ach. Mukrim - Thursday, 29 January 2026 | 08:09 AM


salsabilafm.com - Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kecamatan Banyuates, Kamis (29/1/2026). Dalam forum tersebut, Pemkab Sampang menegaskan bakal menitikberatkan kebijakan pada pengentasan kemiskinan dan penguatan infrastruktur di wilayah utara.
Mahfudz menjelaskan, tema pembangunan tahun 2027 adalah "Mendorong Peningkatan Daya Saing Daerah dan Kualitas Layanan Dasar yang Merata". Tema ini dijabarkan ke dalam empat prioritas utama, yakni peningkatan SDM, percepatan penurunan kemiskinan, peningkatan konektivitas infrastruktur, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan.
"Saya bersama Bapak Bupati berkomitmen untuk selalu dekat dengan masyarakat, mendengar segala keluhan dan masukan agar visi pembangunan yang kami usung betul-betul terimplementasi di lapangan," katanya.
Mahfudz mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang per tahun 2025 berada di angka 67,23. Meski mengalami tren peningkatan, angka tersebut masih berada dalam kategori sedang. Sementara itu, angka kemiskinan tercatat menurun ke level 20,61 persen pada 2025. Namun, Mahfudz mengakui capaian tersebut belum signifikan dan masih di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Dibutuhkan sinergi yang lebih solid lagi antara seluruh stakeholder agar masyarakat Sampang terentaskan dari kemiskinan," katanya.
Dia menilai Kecamatan Banyuates memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi di pesisir utara Madura melalui sektor perikanan, pertanian melon, dan pariwisata Hutan Kera Nepa. Namun, ia juga menyoroti tantangan krusial pada aspek infrastruktur, terutama jalan poros Kedungdung-Bringkoning.
Mahfudz memastikan pemerintah akan terus mengupayakan perbaikan aksesibilitas meski di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat.
"Kita harus lebih kreatif dan inovatif dalam mencari pendanaan alternatif sehingga usulan pembangunan bisa direalisasikan secara memadai," tuturnya.
Camat Banyuates Moh Imam menegaskan, telah merangkum seluruh aspirasi dari 20 desa di wilayahnya. Dia memastikan keluhan warga mulai dari infrastruktur jalan, pintu air, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga kerusakan sekolah akan dikawal hingga tingkat kabupaten.
"Masalah desa ini bervariasi. Ada masalah jalan poros, pintu air, termasuk PJU dan pendidikan. Harapan kami apa yang menjadi keinginan desa itu bisa terakomodir," katanya.
"Forum Musrenbang ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memastikan pembangunan di Banyuates bersifat partisipatif dan tepat sasaran," pungkas Imam. (Mukrim)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
19 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
a day ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
a day ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
a day ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
a day ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
a day ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
a day ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
a day ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
20 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





