Minggu, 4 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

BPBD Sampang Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 10 Januari

Ach. Mukrim - Saturday, 03 January 2026 | 07:39 AM

Background
BPBD Sampang Peringatkan Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 10 Januari
Gelombang besar di Pulau Mandangin. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah tersebut hingga 10 Januari 2026.


Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Sampang kini telah memasuki fase puncak musim hujan.


"Informasi yang kami terima, cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung setidaknya hingga sepuluh hari ke depan. Puncak musim hujan berarti risiko akumulasi curah hujan akan jauh lebih tinggi dari biasanya," katanya, Sabtu (3/12/2025).


Kata Hozin, BPBD telah memetakan dua ancaman utama akibat cuaca ekstrem ini. Pertama, ancaman banjir luapan yang kerap menghantui wilayah perkotaan Sampang akibat kiriman air dari daerah hulu. Kedua, potensi tanah longsor di wilayah utara Sampang yang memiliki topografi perbukitan dan kemiringan curam.


Selain faktor alam, menurutnya, angin kencang juga diwaspadai dapat merusak infrastruktur serta rumah warga. Pihaknya meminta masyarakat untuk aktif memantau kondisi pohon besar atau papan reklame yang berisiko tumbang di sekitar pemukiman.


"Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, selain banjir, ancaman longsor juga nyata. Kami minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergeseran tanah," terangnya.


Dia juga memaparkan, cuaca ekstrem ini juga berdampak langsung pada sektor transportasi. Hujan lebat yang mengguyur dapat mengganggu jarak pandang (visibility) pengemudi di jalan raya, yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.


Sementara itu, untuk sektor kelautan, pihaknya mencatat tinggi gelombang di perairan selatan Sampang masih berada di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Meski secara teknis kategori ini relatif aman, angin kencang yang menyertai hujan tetap menjadi risiko bagi nelayan tradisional.


"Kami imbau nelayan tetap waspada. Meski gelombang tidak terlalu tinggi, angin kencang saat hujan deras bisa datang tiba-tiba. Utamakan keselamatan saat melaut," 

ujarnya.


"Kami mengimbau warga untuk memantau rutin prakiraan cuaca melalui laman resmi BMKG Juanda.

Menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat angin kencang," imbaunya. (Mukrim)