BPBD Bangkalan Minta Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Redaksi - Monday, 12 January 2026 | 09:53 AM


salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem. BPBD meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana di wilayah itu meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BPBD Bangkalan Zainul Qomar mengatakan, pihaknya telah menerima rilis informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca ekstrem berpotensi terjadi di semua wilayah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bangkalan.
"Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi sepanjang Januari 2026, berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir," katanya, Senin, (12/1/2026).
Penyebabnya, lanjut dia, karena terjadi monsun Asia dan gangguan atmosfer dan hal ini bisa memicu terjadi bencana alam berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan lain-lain.
Selain Bangkalan, kabupaten lain di Pulau Madura yang juga dinyatakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem adalah Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.
"Selain mengingatkan potensi cuaca ekstrem kepada masyarakat, kami juga menginstruksikan kepada semua anggota tim penanggulangan bencana di Bangkalan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengawasan di daerah-daerah yang selama ini memang rawan terjadi bencana, sehingga bisa melakukan mitigasi bencana dengan baik," katanya.
Zainul menjelaskan, sebanyak 120 personel gabungan dari unsur BPBD, polisi, TNI serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan saat ini telah disiagakan di posko darurat penanggulangan bencana. Tim yang dilengkapi dengan peralatan penanganan darurat bencana ini siaga selama 24 jam dan siap bergerak cepat apabila terjadi bencana.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Bangkalan, dalam sepekan terakhir ini telah terjadi dua kali bencana berupa banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kamal dan Kecamatan Blega Bangkalan. Sebanyak 1.673 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir itu.
"Di Kecamatan Kamal, banjir menggenangi jalan nasional menuju Pelabuhan Kamal, sedangkan di Kecamatan Blega, selain menggenangi jalan raya penghubung antara Kabupaten Bangkalan dengan Kabupaten Sampang, banjir akibat luapan air sungai itu juga menggenangi rumah-rumah warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai itu," pungkasnya. (*)
Next News

3 PMI Nonprosedural Asal Bangkalan Dideportasi Usai Ditahan di Malaysia
14 hours ago

Bupati Bangkalan Tinjau Sumber Mata Air Desa Mandung
14 hours ago

KPM Mengaku Tak Pernah Pegang KKS, Penyaluran Bansos PKH di Sampang Dikeluhkan Warga
14 hours ago

NIK Didorong Jadi Identitas Tunggal untuk Berbagai Layanan Publik
15 hours ago

Prabowo Mau Olah Batu Bara Rendah Kalori Jadi BBM
15 hours ago

Nusron Emosional Saat Ditanya Evaluasi Kasus HGB Summarecon
9 hours ago

Banjir Bandang, Akses Padang-Solok Lumpuh
11 hours ago

2 Siswa Sekolah Rakyat Sampang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
2 days ago

Ratusan Kayu Gelondongan di Perairan Sumenep Berlabel Kemenhut RI
2 days ago

Kebakaran di Pamekasan, Uang Rp20 Juta Hasil Tembakau Ikut Hangus
2 days ago





