Bertahan 4 Tahun, Warga Palengaan Daja Pamekasan Swadaya Perbaiki Jembatan Darurat
Redaksi - Saturday, 17 January 2026 | 06:56 AM


salsabilafm.com – Kondisi jembatan penghubung di Kampung Sekaan, Desa Palengaan Daja, Kabupaten Pamekasan, memprihatinkan. Selama kurang lebih empat tahun terakhir, jembatan yang menjadi akses utama menuju Pasar Palengaan dan jalur vital bagi aktivitas pendidikan warga itu rusak tanpa penanganan permanen dari pemerintah. Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya demi menjaga akses tetap bisa dilalui.
Warga setempat, Hoddin, menyampaikan, perbaikan terakhir dilakukan pada Jumat (16/1/2026) melalui gotong royong masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan pendidikan warga, karena menjadi satu-satunya jalur utama menuju pasar dan sekolah.
“Jembatan ini sudah rusak sekitar empat tahun. Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, warga terpaksa memperbaiki sendiri agar tetap bisa dilewati,” ujar Hoddin.
Dia menjelaskan, kondisi jembatan yang hanya terbuat dari bambu sangat rentan rusak, terutama saat musim hujan. Material bambu yang mudah lapuk membuat jembatan tersebut nyaris setiap tahun harus dibangun ulang atau diperbaiki secara darurat oleh warga.
“Kalau hujan, kondisinya sangat rawan. Hampir setiap tahun kami gotong royong lagi karena bambunya cepat rusak,” katanya.
Kerusakan jembatan ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas pendidikan dan perekonomian. Para siswa harus melintasi jembatan darurat setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah, sementara warga yang membawa hasil dagangan ke Pasar Palengaan kerap kesulitan saat kondisi jembatan memburuk.
Meski telah dilakukan perbaikan mandiri, warga menilai kondisi jembatan masih jauh dari kata aman. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan instansi terkait segera turun tangan dengan memberikan solusi yang lebih permanen, agar akses vital tersebut tidak lagi bergantung pada perbaikan darurat berbahan bambu. (*)
Next News

Para Pemimpin Dunia Kecam Rencana Aneksasi Greenland oleh Trump
8 hours ago

Bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia, Eka Brimob Aceh Dipecat Tidak Hormat
8 hours ago

Dispusip Sampang Amankan 15 Naskah Kuno, Jaga Memori Kolektif Bangsa
9 hours ago

Belum Ada Perbaikan, Warga Karang Penang Onjur Jalan Kaki Lewati Lokasi Longsor
9 hours ago

Longsor di Pamekasan: 40 KK Terisolir, 10 Siswa Digendong Lintasi Bukit ke Sekolah
10 hours ago

Nelayan Bangkalan Seminggu Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Meroket
10 hours ago

Tak Ada Drainase, 3 Desa di Tanjung Bumi Bangkalan Terendam Banjir
10 hours ago

Cuaca Buruk, Nelayan Desa Pulau Mandangin Tidak Melaut
10 hours ago

Antisipasi Libur Isra Miraj, Pertamina Tambah 800 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim
5 hours ago

Diduga Ngerem Mendadak, 2 Pemain Asing Madura United Alami Kecelakaan di Bangkalan
a day ago





