Banjir Setinggi 1,2 Meter Rendam Blega, 1.600 Rumah Terdampak
Redaksi - Saturday, 10 January 2026 | 08:10 AM


salsabilafm.com - Banjir setinggi 1,2 meter merendam wilayah Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026). Sedikitnya 1.600 rumah warga terdampak dan aktivitas pendidikan di sejumlah sekolah lumpuh total.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bangkalan, M. Zainur Qomar, menyatakan, banjir dipicu oleh luapan Sungai Blega setelah wilayah hulu diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
"Meluapnya Sungai Blega dipicu kiriman air hujan dari wilayah hulu. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di titik terdalam," katanya.
Dia mengungkapkan, dampak banjir kali ini juga menyasar fasilitas publik. Sedikitnya dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Blega terpaksa menghentikan proses belajar mengajar. Air yang masuk hingga ke dalam ruang kelas membuat aktivitas sekolah tidak mungkin dilaksanakan.
"Dua sekolah dasar di lokasi terdampak terpaksa meliburkan siswanya karena ruang kelas terendam air," tambahnya.
Dia membeberkan, sebaran warga terdampak di Desa Blega mencakup lima dusun utama, yakni, di Dusun Morlaok 618 KK meliputi Kampung Pelanggaran, Kauman, Morlaok, dan Sempat. Di Dusun Klabangan sebanyak 585 KK, Dusun Baban sebanyak 180 KK, Dusun Bantemoran sebanyak 164 KK dan Dusun Karang Kemasan sebanyak 126 KK.
Selain pemukiman, banjir juga merendam jalan nasional yang merupakan urat nadi transportasi di Pulau Madura. Genangan air di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan Bangkalan dengan Sampang mengalami kemacetan hingga 5 kilometer.
"Kendaraan harus berjalan merayap karena genangan masih cukup tinggi di jalan raya," kata Qomar.
Meskipun ribuan rumah terendam, lanjut dia, BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hingga saat ini, belum ada warga yang dilaporkan mengungsi karena memilih bertahan di lantai dua rumah atau area yang lebih tinggi.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, lauk pauk, serta tambahan gizi bagi warga terdampak.
"Kondisi terkini di lokasi menunjukkan air mulai berangsur surut, namun kami tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir kiriman susulan jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

2 Siswa Sekolah Rakyat Sampang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
16 hours ago

Ratusan Kayu Gelondongan di Perairan Sumenep Berlabel Kemenhut RI
18 hours ago

Kebakaran di Pamekasan, Uang Rp20 Juta Hasil Tembakau Ikut Hangus
18 hours ago

Ratusan Sumur Bor di Bangkalan Mengandung Minyak
18 hours ago

Warga Pesisir Sumenep Temukan Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pantai
18 hours ago

PGMI Gelar Perjusaha, Perkuat Tali Silaturahmi Siwa MI dan MTs Se-Pulau Mandangin
2 days ago

Berhasil Comeback, Madura United Kalahkan PSIM 2-1 di Gelora Rato Pamelingan Pamekasan
3 days ago

Terungkap dari CCTV, Pemuda Sumenep Diduga Lakukan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
3 days ago

DVI Polda Jatim terima 76 data ante mortem korban KM Virgo
3 days ago

GHE-IK Bintang, UMKM binaan HCML Curi Perhatian di Lokakarya Media 2026
3 days ago




