Senin, 5 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Banjir Luapan Kali Kamoning Rendam 3 Desa di Sampang, 348 KK Terdampak

Ach. Mukrim - Sunday, 04 January 2026 | 12:45 PM

Background
 Banjir Luapan Kali Kamoning Rendam 3 Desa di Sampang, 348 KK Terdampak
: Kondisi banjir di Sampang (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Memasuki awal tahun 2026, curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan Sungai Kali Kamoning meluap, Minggu (4/12/2025). Banjir mulai merendam ratusan pemukiman warga dan sejumlah ruas jalan protokol di pusat Kota Sampang, Jawa Timur.


Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin, melaporkan, banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang.


"Hingga pukul 11.20 WIB, air terpantau masih merendam pemukiman dan beberapa jalan utama seperti Jalan Raya Panggung, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pemuda Satria dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter di area aspal," katanya.


Dia menjelaskan, ketinggian air bervariasi, di mana genangan di Desa Banyumas merendam Dusun Kajuk, Lenteng, Prajin, dan Trogen dengan level tertinggi mencapai 70 cm. Sementara di Desa Pangilen air setinggi 50 cm menggenangi Dusun Beben dan Raduy. 


"Di Desa Kamuning dengan ketinggian air 40 cm yang merambah Dusun Perreng, Tiban, dan Nandi, serta wilayah pemukiman di Desa Panggung yang turut terendam genangan air dengan ketinggian mencapai 30 cm," ungkap Hozin. 


Dia mencatat ada 348 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga desa mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari akibat benjir tersebut. Dampak paling signifikan terlihat di Desa Kamuning, di mana sebanyak 180 KK terisolasi atau terganggu aksesnya. 


"Jumlah tersebut mencakup warga di Dusun Tiban 80 KK, Dusun Perreng, 75 KK, dan Dusun Nandi, 25 KK," ungkapnya.


Kondisi serupa, lanjutnya, juga melanda Desa Banyumas dengan total 138 KK terdampak. Meliputi Dusun Kajuk sebanyak 55 KK, Dusun Prajin 34 KK, Dusun Lenteng 30 KK, serta Dusun Trogen sebanyak 19 KK. Sementara itu, di Desa Pangilen, terdapat 30 KK yang turut merasakan dampak langsung, yakni di Dusun Raduy dengan 20 KK dan Dusun Beben dengan 10 KK.


Meeskipun genangan di area kota cenderung meningkat, namun pantauan alat Early Warning System (EWS) di wilayah hulu menunjukkan penurunan level air ke angka 4,20 meter atau dalam kategori normal.


Hingga berita ini diturunkan, BPBD menyatakan belum ada warga yang mengungsi. Namun, petugas gabungan tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi kiriman air susulan dari hulu.


"Cuaca saat ini terpantau cerah. Kami terus memantau perkembangan dan sudah mulai mendistribusikan bantuan logistik kepada warga melalui Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah-wilayah terdampak," pungkas Hozin. (Mukrim)