Bahasa Madura Kian Ditinggalkan Gen-Z, Budayawan Sampang Dorong Keterlibatan Keluarga dan Lembaga Pendidikan
Ach. Mukrim - Sunday, 14 June 2026 | 03:07 AM


salsabilafm.com - Penggunaan Bahasa Madura di kalangan generasi muda dinilai terus mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari semakin jarangnya anak-anak menggunakan Bahasa Madura saat berkomunikasi dengan orang tua maupun anggota keluarga di lingkungan rumah.
Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengatakan, pelestarian Bahasa Madura membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi serta perubahan pola komunikasi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pelestarian bahasa daerah harus melibatkan tiga unsur utama, yakni keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang saling mendukung satu sama lain.
"Keberhasilan pelestarian bahasa daerah harus melibatkan tiga unsur utama, yakni keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang saling mendukung satu sama lain," katanya, Minggu (14/6/2026).
Bustomi menegaskan, keluarga memiliki peran paling penting karena merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Bahasa ibu, kata dia, seharusnya dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari identitas budaya yang melekat pada setiap individu.
"Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Pelestarian Bahasa Madura harus dimulai dari rumah karena di situlah proses pendidikan pertama dan utama berlangsung," katanya.
Saat ini, kata dia, banyak keluarga lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan memudahkan anak mengikuti pembelajaran di sekolah. Namun, kebiasaan tersebut secara tidak langsung menyebabkan anak-anak semakin jarang mengenal dan menggunakan Bahasa Madura.
"Penggunaan Bahasa Indonesia secara dominan di rumah menyebabkan anak-anak semakin jarang mengenal bahasa ibu mereka sendiri. Padahal pengenalan bahasa daerah sejak usia dini sangat penting untuk membangun identitas budaya serta karakter generasi muda," terangnya.
Akibat kondisi tersebut, kemampuan berbahasa Madura pada generasi muda dinilai terus menurun dan semakin jauh dari kaidah bahasa yang baik dan benar.
Selain keluarga, Bustomi menilai lembaga pendidikan dan pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Madura melalui kurikulum dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Dia mendorong pemerintah untuk melakukan revitalisasi kurikulum Bahasa Madura di lingkungan pendidikan formal. Menurutnya, pembelajaran bahasa daerah selama ini masih berjalan setengah hati meskipun berbagai regulasi dan perangkat pembelajaran telah tersedia.
"Pembelajaran bahasa daerah selama ini masih berjalan setengah hati meskipun regulasi dan perangkat pembelajaran telah tersedia," ujarnya.
Bustomi juga menyoroti minimnya perhatian terhadap pengembangan akademik Bahasa Madura. Hingga saat ini, menurutnya, belum ada perguruan tinggi yang membuka program studi khusus Bahasa Madura.
"Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya sumber daya pengajar yang memiliki kompetensi akademik dalam bidang kebahasaan Madura," jelasnya.
Dia menilai perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin mengutamakan Bahasa Indonesia dalam berbagai aktivitas sehari-hari turut mempercepat terpinggirkannya bahasa daerah.
Karena itu, dia menegaskan, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pelestarian Bahasa Madura.
"Jika ketiga unsur tersebut tidak berjalan bersama, maka pelestarian Bahasa Madura akan semakin sulit dilakukan di masa mendatang," tegasnya.
Bustomi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat mengambil langkah yang lebih serius melalui kebijakan nyata, penguatan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta berbagai program pelestarian budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Pemerintah harus berani melakukan revitalisasi agar Bahasa Madura tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," pungkas Bustomi. (Mukrim)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago

PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang
a day ago

PCNU Sampang Gelar Silaturahim dan Istighotsah Sambut Muktamar NU ke-35
a day ago




