Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sampang Tinggi, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan
Ach. Mukrim - Friday, 24 July 2026 | 07:00 AM


salsabilafm.com - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Langkah tersebut dilakukan karena jumlah kasus hingga pertengahan Juli 2026 masih tergolong tinggi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan, pihaknya berkomitmen menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai upaya pencegahan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan.
"Insyaallah kami tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka kematian ibu dan bayi," katanya, Jumat (24/7/2026).
Dia mengungkapkan, hingga pertengahan akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 34 kasus kematian bayi, sedangkan angka kematian ibu mencapai enam kasus. Seluruh kasus tersebut berasal dari fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kabupaten Sampang.
"Memang berat, tetapi kami berharap ke depan ada penurunan," ungkapnya.
Agus menjelaskan, tingginya angka kematian ibu dan bayi dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya mobilitas penduduk, serta kondisi ekonomi yang masih terbatas. Selain itu, sebagian ibu hamil berdomisili di luar daerah sehingga sulit dipantau secara optimal oleh petugas kesehatan.
"Apalagi ada yang tinggal di luar daerah sehingga tidak bisa kami kontrol secara maksimal," jelasnya.
Menurut dia, untuk menekan AKI dan AKB, pihaknya terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, serta mengoptimalkan pemeriksaan ibu hamil dan balita melalui layanan Posyandu.
Implementasi program Universal Health Coverage (UHC), lanjut dia, juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam upaya tersebut. Dengan adanya program itu, masyarakat tidak lagi terbebani biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
"Dengan adanya UHC, masyarakat yang sebelumnya khawatir dirujuk karena biaya, sekarang sudah tidak lagi," pungkas Agus. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
16 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
16 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
18 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
18 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
18 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
18 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
18 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




