Aliansi Darurat Agraria Tuntut Pengadilan Negeri Sampang Adil Beri Putusan
SalsabilaNews - Tuesday, 10 November 2020 | 03:20 PM



Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Darurat Agraria melakukan unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri Sampang, Selasa (10/11/2020) pagi.
Unjuk rasa ini terkait kasus pengeluaran sertifikat tanah yang dilakukan oleh oknum ketiga tanpa adanya pemberitahuan ahli waris tanah yang notabene adalah pemilik hak atas tanah tersebut.
"Ini adalah bentuk kekecewaan kami atas oknum yang telah menempati lahan dari ibu Supatmi sebagai ahli waris sah tanpa adanya pemberitahuan, kasus ini masih berjalan di Pengadilan" ungkap Korlap Aksi, Nurul Huda kepada media.
Menurutnya, dalam kasus ini Supatmi sangat dirugikan baik secara materil dan in material sebab perbuatan melanggar hukum tergugat yakni oknum yang mendirikan sepetak bangunan di atas tanah Supatmi.
Oleh sebab itu, Aliansi Darurat Agraria menuntut Pengadilan Negeri Sampang memenuhi beberapa tuntutan. Meliputi menetapkan keputusan seadil-adilnya tanpa ada tendensi ke pihak yang mempunyai power of agility.
"Bersikap adil dalam memberikan keputusan dalam perkara Supatmi, memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam putusan perkara, dan memenangkan Supatmi dalam proses peradilan," ujarnya.
Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Aliansi Darurat Agraria menyatakan sikap akan menggelar aksi turun jalan lebih masif lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pengadilan Negeri Sampang, Irianto Prijatna Utama mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh peserta aksi akan pihaknya dengarkan dan sampaikan ke Majelis Hakim untuk memberikan putusan yang terbaik.
"Tugas hakim itu sangat berat, kita harus menilai secara objektif semua yang diajukan ke persidangan. Terkait kasus yang sudah ada sejak 2014 silam itu, berikan kepercayaan kepada pengadilan untuk memutus sebaik-baiknya," tegasnya. (Romi)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
16 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
16 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
16 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
16 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
16 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
16 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
16 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
16 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
17 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





