5 Nahdliyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Tegaskan Bukan Atas Nama Organisasi
Ach. Mukrim - Tuesday, 16 July 2024 | 11:40 AM


salsabilafm.com– Foto lima tokoh muda Nahdliyin yang tampak bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, beredar di media. Kelima tokoh itu adalah Gus Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.
Dalam foto itu, Herzog tampak menggunakan setelan jas biru gelap dan duduk di atas kursi. Sedangkan lima tokoh muda Nahdliyin berdiri di belakangnya, ada yang mengenakan batik, ada juga yang memakai jas.
Pertemuan itu dibenarkan oleh Ketua PBNU Bidang Hukum dan Media, Savic Ali. Menurutnya pertemuan itu dilakukan pekan lalu, namun ia tak tahu secara pasti tujuannya.
"PBNU tidak pernah memberi mandat dan juga tidak ada konsultasi dari mereka yang berkunjung ke sana," tegas Savic saat dikonfirmasi, Minggu (14/7).
Savic juga menuturkan, PBNU menyesalkan pertemuan yang digelar di tengah gempuran Israel kepada Gaza yang telah menewaskan lebih dari 38 ribu orang itu. Seharusnya, kata Savic, yang dilakukan oleh NU dan aktivis NU adalah mengecam dan menekan Israel.
"PBNU menyesalkan kunjungan sejumlah aktivis NU ke Israel, mengingat saat ini yang harusnya dilakukan adalah mengecam dan menekan Israel lewat berbagai cara agar menghentikan kekerasannya terhadap rakyat Palestina," ucap Savic.
Menurut Savic, Israel sedang berupaya melakukan lobi ke sejumlah pihak untuk memperkuat legitimasinya. Ia menilai, kelima tokoh Nahdliyin itu seharusnya menolak ajakan dari pihak Israel untuk bertemu.
"Teman-teman harusnya tahu hal ini dan menolak undangan Israel," ucap dia.
Savic mengungkapkan, ia khawatir kegiatan kelima tokoh muda itu menyakiti hati masyarakat Palestina dan juga umat pada umumnya.
"Kami juga khawatir kunjungan dan pertemuan sejumlah teman dengan presiden Israel tersebut akan makin melukai perasaan warga Palestina dan warga muslim pada umumnya," tutur Savic.
Saat ini, menurut Savic, ia belum bisa memastikan apakah akan ada sanksi yang diberikan kepada kelima tokoh tersebut. Masalah ini, kata Savic harus dibawa dulu ke rapat pengurus PBNU atau menunggu Ketum Gus Yahya yang memutuskan.
"Ketua Umum (Gus Yahya) juga bisa memutuskan tanpa harus menunggu rapat," tandasnya. (*)
Next News

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
13 hours ago

Target Selesai Juni, Proyek Gedung Poltera Senilai Rp59 Miliar Baru Capai 85 Persen
13 hours ago

Peserta Lomba Gerak Jalan di Sampang Dibatasi untuk Pelajar, Kategori Umum Ditiadakan
13 hours ago

Koalisi Jurnalis dan Masyarakat Sipil Surabaya Kecam Pelabelan 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto
15 hours ago

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
17 hours ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
17 hours ago

BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
17 hours ago

BMKG Imbau Nelayan dan Operator Kapal Waspadai Angin Kencang di Perairan Sumenep
17 hours ago

Korban Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
17 hours ago

4 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan Meninggal Dunia, 218 Orang Selamat
18 hours ago





