Senin, 27 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

213 Siswa di Sampang Terdaftar di Sekolah Rakyat, Kuota SD Belum Terpenuhi

Redaksi - Tuesday, 30 June 2026 | 12:18 PM

Background
213 Siswa di Sampang Terdaftar di Sekolah Rakyat, Kuota SD Belum Terpenuhi
Rapat Pleno penetapan peserta didik Sekolah Rakyat (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com - Peserta didik Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang memasuki tahap finalisasi. Saat ini tercatat 213 peserta didik Sekolah Rakyat (SR) mulai dari jenjang SD-SMP-SMA. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliafi Setiawan mengatakan, kuota yang belum terpenuhi tinggal jenjang SD. Meski demikian, pemerintah terus berupaya memenuhi kekurangan tersebut, agar seluruh rombel dapat sesuai target.


"Memang SD masih 33, dari kuota 90 siswa. Mudah-mudahan tidak berkurang lagi. Tapi prinsipnya sudah tidak ada masalah, itu sudah bisa menjadi satu rombongan Belajar (Rombel)," kata dia, Senin (29/6/2026).




Yuliadi menjelaskan, jumlah pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA sudah melampaui batas kuota. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas pendidikan dan kementrian agama untuk kesepakatan agar peserta didik yang tidak tertampung dapat didaftarkan di sekolah negeri terdekat.


"Cuma yang kami khawatirkan tadi, SMP SMA yang lebih di SR ini takut tidak bisa mendaftar di sekolah  SMP atau SMA Negeri yang lain di sekitar tempat itu. Makanya, kami tadi bilang agar ada kebijakan bagi SMP SMA itu  bisa mendaftar, walaupun sebetulnya masa pendaftaran sudah ditutup semua," jelasnya.




Melalui Dinas Sosial, pemerintah daerah akan menyurati Kementerian Sosial (Kemensos), untuk dapat dibukakan kembali akses pendaftaran siswa yang tidak terdaftar di SR. Tujuannya agar dapat bersekolah di tempatnya masing-masing.


"Kami melalui Dinas Sosial akan menyurati kepada Kementrian Sosial (Kemensos) untuk kemudian nanti yang tidak diterima itu ada kebijakan untuk bisa membuka dan mendaftar kembali SMP- SMA di sekitar tempatnya," tambahnya.


Yuliadi berharap seluruh persiapan mulai dari tenaga pendidik, pendamping, hingga sarana pendukung dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.




"Mudah-mudahan nanti bukan hanya dari persoalan siswa, tetapi dari sisi guru, kemudian pendamping, tenaga pendidik dan lainnya sudah siap. Saya berharap ini semua lancar dan dibuka sesuai waktunya dan anak-anak bisa bersekolah sebaik-baiknya," pungkasnya. (Badri)