Senin, 13 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

2 Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Akan Deklarasikan IHSAN di Hari Santri 2026

Redaksi - Monday, 13 April 2026 | 05:49 AM

Background
2 Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Akan Deklarasikan IHSAN di Hari Santri 2026
Dari kiri ke kanan: Abd. Aziz, KH Muhammad Ali Cholil (Ra Ali) dan KH Imam Buchori Cholil (Ra Imam). ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara mendorong dua cicit Syaikhona Cholil Bangkalan, yakni Imam Bukhori Cholil (Ra Imam) dan Muhammad Ali Cholil (Ra Ali), untuk membentuk Ikatan Himpunan Santri dan Alumni se-Nusantara (IHSAN).


Organisasi tersebut rencananya akan dideklarasikan pada momentum Hari Santri Nasional 2026 di Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi ini berkaitan dengan posisi Ra Ali sebagai pengasuh sejumlah pesantren Syaichona Cholil di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.


Hal ini disampaikan Legal Consultant, Abdul Aziz, yang ditunjuk untuk mengurus proses legalitas IHSAN, termasuk pendaftaran ke notaris dan Kementerian Hukum RI.




"Kami sudah berbincang dengan Ra Imam dan Ra Ali. Dibutuhkan urun gagasan dari para ulama, pengasuh pesantren, dan ketua alumni pesantren di Indonesia agar santri dan alumni berada dalam bingkai kebersamaan," ujarnya, Minggu (12/4/2026).


Aziz menjelaskan, gagasan pembentukan IHSAN berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat persatuan santri dan alumni pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta merawat hubungan kemanusiaan.




Menurut Aziz, IHSAN diharapkan menjadi wadah bersama bagi santri dan alumni pesantren untuk menjawab berbagai persoalan bangsa. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyelesaikan problematika sosial yang dihadapi masyarakat.


"Ke depan, IHSAN akan menjadi rumah bersama bagi santri dan alumni pesantren untuk menjaga moralitas serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan," jelasnya.


Kata dia, keberadaan IHSAN akan berfokus pada prinsip menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan menjunjung tinggi etika serta nilai kemanusiaan.




Menurutnya, kedua cicit Syaikhona Cholil Bangkalan tersebut memiliki harapan besar agar dunia pesantren terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, menjaga marwah ulama, serta mengamalkan nilai Islam yang rahmatan lil alamin.


"Sejarah membuktikan santri memiliki peran strategis dalam menjaga pilar NKRI, sebagai penggerak sosial dan pengawal moral di era globalisasi," tegasnya.




Dalam pertemuan tersebut, Ra Ali juga menyampaikan, banyak ulama dan pengasuh pesantren yang telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan IHSAN.


Saat ini, proses pembentukan organisasi telah memasuki tahap akhir, mulai dari penyusunan AD/ART hingga pengurusan legalitas di Kementerian Hukum RI.


"Insya Allah deklarasi akan dilakukan di Kalimantan dan dihadiri para ulama serta pengasuh pesantren dari berbagai daerah," pungkasnya. (*)