Minggu, 8 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan: Magnet bagi Peziarah, Dongkrak Perkonomian Warga Sekitar

Redaksi - Sunday, 08 February 2026 | 07:39 AM

Background
 Wisata Religi Syaikhona Kholil Bangkalan: Magnet bagi Peziarah, Dongkrak Perkonomian Warga Sekitar
Para pelaku UMKM berjejer di parkiran Bus wisata Religi Syaikhona Moh. Kholil Martajasah Bangkalan. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  – Wisata religi Syaikhona Mohammad Kholil di Martajasah Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terus menjadi magnet bagi peziarah dari berbagai daerah di tanah air.


Siang dan malam kawasan tersebut tak pernah sepi. Bahkan, suasananya ramai dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. 


Moh. Yasir, warga setempat yang berjualan oleh-oleh serta menyediakan jasa penginapan dan kamar mandi, menjelaskan, pengelolaan kawasan pasarean untuk berjualan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.


"Ada warung, ada kamar mandi, ada penginapan, pusat oleh-oleh, souvenir dan lainnya. Semua dikelola warga. Dulu berebut, sekarang sudah ditata dengan sistem keguyuban," ujarnya, Minggu (8/2/2026).


Dengan sistem tersebut, kata Yasir, suasana lebih tertib dan adil bagi para pelaku usaha. Perputaran uang di kawasan wisata Religi Syaikhona Kholil berlangsung 24 jam penuh, terutama pada malam hari ketika jumlah peziarah lebih banyak.


"Kalau siang biasanya panas, jadi rombongan dari Jawa Barat, lebih sering datang malam. Alhamdulillah, ekonomi warga terus berputar," terang Yasir. 


Dia menjelaskan, penginapan di sekitar wisata Religi hanya digunakan untuk transit.


"Peziarah beristirahat beberapa jam, mandi, lalu melanjutkan ziarah. Banyak rombongan memilih lesehan sebagai tempat istirahat sederhana," ucapnya.


Menurutnya, Wisata religi ini bukan hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga menjadi penopang ekonomi masyarakat Martajasah.


"Kehadiran peziarah yang datang silih berganti menjadikan kawasan makam Syaikhona Mohammad Kholil sebagai salah satu destinasi religi paling hidup di Madura," pungkas Yasir. (*)