Pasutri Sumenep Tersambar Petir di Sawah, Suami Meninggal Dunia
Redaksi - Sunday, 08 February 2026 | 07:34 AM


salsabilafm.com - Sepasang suami istri (pasutri) berprofesi petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tersambar petir saat beristirahat di sebuah gubuk sawah.
Akibat kejadian itu, sang suami meninggal dunia, sementara istrinya selamat namun mengalami syok dan harus dirawat di puskesmas.
Korban meninggal diketahui bernama Rahmat Riyanto (50), petani asal Dusun Ares Tengah, Desa Totosan. Sementara itu, istrinya, Mahwiya (45), yang berada di lokasi kejadian bersama korban, turut tersambar petir namun masih selamat.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di sebuah warung atau gubuk di area persawahan Dusun Ares Tengah, Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.
Berdasarkan keterangan saksi, Toni (48), peristiwa bermula saat dia hendak menuju sawah miliknya. Toni mendengar teriakan dari arah warung sawah dan langsung mendatangi lokasi.
"Saat dicek, suaminya sudah meninggal dunia, sedangkan istrinya masih hidup," kata Toni.
Di lokasi kejadian, saksi melihat stop kontak di warung sawah dalam kondisi rusak dan terbakar.
Hal itu menguatkan dugaan bahwa kedua korban tersambar petir saat sedang beristirahat di dalam warung. "Sepertinya tersambar petir, ada stop kontak yang terbakar," tambahnya.
Mengetahui peristiwa itu, Toni kemudian memanggil dua warga lainnya, Isna (45) dan Asnabi (57), untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, warga mengevakuasi kedua korban ke rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, Mahwiya dibawa ke Puskesmas Batang-Batang untuk mendapatkan perawatan medis akibat syok yang dialaminya. Sementara suaminya, Rahmat Riyanto, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Petugas dari Polsek Batang-Batang telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan para saksi.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka fisik pada tubuh korban dan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah.
"Jenazahnya (korban) dimakamkan di Desa Totosan, di desanya," pungkas Toni. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
10 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
10 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
10 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
10 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
10 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
10 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
10 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
10 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





