Minggu, 8 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

KSOP Panarukan Tunda Keberangkatan Kapal Tujuan Sumenep Akibat Cuaca Buruk

Redaksi - Sunday, 08 February 2026 | 07:37 AM

Background
KSOP Panarukan Tunda Keberangkatan Kapal Tujuan Sumenep Akibat Cuaca Buruk
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menunda keberangkatan kapal penyeberangan tujuan Sumenep, Madura, akibat cuaca buruk di wilayah perairan setempat.


Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, mengatakan, penundaan pelayaran dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya.


"Perairan di Kepulauan Madura pada 6 hingga 8 Februari 2026 berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang serta kecepatan angin yang tidak aman untuk kegiatan pelayaran," ujar Herland, Sabtu (7/2/2026).


Berdasarkan edaran BMKG tersebut, pihak KSOP mengimbau seluruh pemilik kapal, operator, dan nakhoda kapal untuk menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca perairan dinyatakan aman.


"Hingga hari ini kapal belum bisa berlayar karena kondisi cuaca di perairan Sumenep masih buruk," katanya.


Dari pantauan di lapangan, KMP Munggiyango Hulalo tujuan Kalianget, Sumenep, serta KMP Wicitra Darma I masih tertahan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, meski seharusnya diberangkatkan pada pagi hari. Sementara itu, kapal Dharma Kartika dilaporkan masih tertahan di Sapudi, Kabupaten Sumenep.


Herland menyebutkan, pelayaran kemungkinan dapat kembali dibuka pada Minggu (8/2/2026), namun keputusan tetap menunggu pembaruan informasi cuaca dari BMKG.


"Kami masih terus memantau dan memperbarui informasi cuaca. Jika kondisi sudah memungkinkan, pelayaran akan segera dibuka kembali," pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan memberikan edukasi kepada calon penumpang dan pengelola tiket di area pelabuhan.


"Kami mengimbau gerai tiket agar aktif menyosialisasikan penundaan pelayaran ini secara jelas, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan di area pelabuhan," kata Gede. (*)