Usulkan PBNU Kembalikan Konsesi Tambang kepada Pemerintah, Said Aqil: Lebih Besar Madharat daripada Manfaat
Redaksi - Saturday, 06 December 2025 | 08:14 PM


salsabilafm.com – KH Said Aqil Siroj menyampaikan pandangan terbarunya terkait polemik konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU. Pandangan ini dikemukakannya saat menghadiri silaturahim di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025).
Dilansir dari nu.or.id, Kiai yang menjabat Mustasyar PBNU ini mengusulkan agar konsesi tambang sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah demi menghindari mudarat yang semakin nyata bagi jam'iyah.
Kiai Said pada awalnya memandang kebijakan pemerintah yang memberikan konsesi tambang kepada PBNU sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi NU dan sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Pada saat itu, langkah tersebut dianggap tepat, selama dikelola dengan tata kelola yang kuat serta membawa manfaat nyata bagi warga NU.
Namun, situasi yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir justru menunjukkan hal yang berbeda. Persoalan internal yang muncul di tubuh PBNU, perdebatan mengenai tata kelola, serta polemik yang melebar ke ruang publik telah menimbulkan kegaduhan yang merugikan organisasi.
"Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Itu bentuk penghargaan yang baik. Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah," ujar Kiai Said di hadapan para kiai dan santri Tebuireng.
Kiai Said menegaskan, NU sebagai Jam'iyah Diniyah Ijtima'iyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) memiliki mandat spiritual dan sosial yang sangat besar. Sebabnya, organisasi harus menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik internal dan polarisasi kader, mengganggu marwah dan independensi organisasi; memunculkan persepsi negatif publik terhadap NU, menyeret jam'iyah ke dalam dinamika bisnis dan politik yang berisiko tinggi, serta mengaburkan prioritas besar NU dalam pendidikan, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan umat.
"NU ini rumah besar umat. Jangan sampai terseret pada urusan yang membawa kegaduhan dan menjauhkan kita dari khittah pendirian. Kalau sebuah urusan membawa lebih banyak mudarat, maka tinggalkan. Kembalikan supaya NU fokus pada tugas-tugas sucinya," tegas Ketua Umum PBNU 2015-2021 itu.
Menurut Kiai Said, kemajuan warga NU tidak bergantung pada konsesi tambang, melainkan pada penguatan pendidikan pesantren, ekonomi kerakyatan, beasiswa, kesehatan, dan digitalisasi layanan umat.
"Keberkahan NU itu dari ketulusan, dari amanah, dari keilmuan. Bukan dari proyek tambang. Kita bisa maju tanpa itu semua, asal tata kelola dan pelayanan ke umat diperkuat," pungkasnya. (*)
Next News

Gus Ipul Gandeng Kiai NU Madura, Jadi 'Mata dan Telinga' Distribusi Bansos
10 hours ago

Kios Pasar Kwanyar Terbakar, Pemkab Bangkalan Evaluasi Ketersediaan Kontainer Sampah
10 hours ago

Hendak ke Kondangan, Mobil Pikap Bawa Emak-Emak Terjun ke Jurang
10 hours ago

BGN Hentikan Sementara Operasional 2 SPPG di Sampang, SLHS dan IPAL Jadi Penyebab
10 hours ago

Tabrakan Truk vs Motor di Sampang, Seorang Pemotor Tewas di Tempat
9 hours ago

17 Pokdakan di Sampang Akan Terima Bantuan, Total Anggaran Rp228 Juta
a day ago

Dishub Sampang Kucurkan Rp154 Juta untuk Stiker Parkir Berlangganan
a day ago

Tips mengelola keuangan rumah tangga sederhana
a day ago

Geger Penemuan Bayi dalam Kardus di Pasar Blega Bangkalan, Polisi Buru Pelaku
2 days ago

Bocah 5 Tahun di Pamekasan Tewas Diserang Monyet
2 days ago




