Soroti CSR dan Rekrutmen Pekerja PT Garam, Warga Camplong Datangi DPRD Sampang
Redaksi - Tuesday, 19 May 2026 | 06:53 AM


salsabilafm.com - Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Camplong (FMC) mendatangi gedung para Wakil Rakyat. Audiensi yang kedua ini digelar di ruang Komisi Besar DPRD Sampang, Selasa (19/5/2026).
Mereka menyoroti dugaan ketidakjelasan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dan rekrutmen tenaga kerja perusahaan PT Garam.
Pendamping peserta audiensi, Syamsuddin, mengatakan, warga mempertanyakan manfaat CSR yang dinilai tidak pernah dirasakan masyarakat sekitar sejak PT Garam beroperasi pada 1995.
"Kami datang ke sini untuk mempertanyakan itu, CSR-nya lari ke mana. Mengapa tidak ada manfaatnya sama sekali untuk warga di sana," katanya.
Masyaraka, kata dia, juga mempertanyakan rekrutmen tenaga kerja di perusahaan BUMN tersebut. Dia menilai hanya sebagian kecil warga sekitar yang bekerja di PT Garam, meski belum mengetahui secara pasti persentasenya.
"Hasil audiensi masih buram. Tanggapan dari PT Garam sendiri masih akan dilaporkan ke pimpinannya. Selanjutnya kami tunggu informasi dari mereka," ucap Syamsuddin.
Anggota Komisi II DPRD Sampang, Moh. Anwar, menyampaikan, PT Garam mengaku telah menyalurkan CSR. Namun, proses penyalurannya dinilai tidak transparan karena tidak dilaporkan dan tidak melibatkan pemerintah daerah.
"Semestinya dikomunikasikan dengan pemerintah daerah melalui forum sehingga bisa diintegrasikan dengan program daerah. Tetapi untuk tuntutan FMC akan diakomodir dan menjadi bahan evaluasi ke depan," ujar Anwar.
Menanggapi itu, Manager Hubungan Korporasi PT Garam, Wawan Wahyudi Yanto, membantah anggapan bahwa perusahaan tidak menyalurkan CSR. Dia menyebut selama ini PT Garam telah memberikan bantuan pendidikan dan penyaluran modal kerja bagi masyarakat Desa Sejati dan Kecamatan Pangarengan.
Wawan menjelaskan, pengelolaan CSR dilakukan secara nasional sehingga penyalurannya di Sampang belum merata. Dalam beberapa tahun terakhir, program CSR PT Garam lebih difokuskan di Kabupaten Sumenep.
"Pada tahun ini PT Garam berencana mulai memfokuskan program CSR di Sampang," jelasnya.
Dia menambahkan, CSR perusahaan dibagi menjadi dua bentuk, yakni bantuan pendidikan dan permodalan. Untuk bantuan pendidikan, perusahaan mengklaim telah menyalurkan bantuan ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Terkait tenaga kerja, Wawan menyatakan sekitar 80 persen pekerja PT Garam merupakan warga lokal. Sedangkan 20 persen lainnya adalah pekerja lama dari luar daerah.
"Ke depan kami akan membuat forum yang melibatkan masyarakat sekitar sehingga proses penyaluran CSR dan rekrutmen bisa merata dan transparan," pungkas Wawan. (Mukrim)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Gelar Tahlil 7 Hari Wafat KH Syukron Makmun
10 hours ago

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Galis Bangkalan
10 hours ago

Operasi Sikat Semeru, Polres Pamekasan Ringkus 9 Tersangka
10 hours ago

Kuota Solar Habis, SPBU di Pamekasan Terapkan Sistem Buka-Tutup
10 hours ago

2 Pegawai SPPG Sumenep Diciduk Polisi, Diduga Nyabu di Dapur MBG
10 hours ago

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
16 hours ago

Nelayan Sampang Hilang di Perairan Ketapang, Pencarian Hari Pertama Nihil
16 hours ago

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
2 days ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
2 days ago

2 SPBU di Sampang Disanksi Pertamina, Diduga Jual BBM Tak Sesuai Ketentuan
2 days ago



