Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Radius Letusan Sampai 1 Kilometer
Redaksi - Tuesday, 19 May 2026 | 07:27 AM


salsabilafm.com - Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan radius letusan hingga 1 kilometer pada hari Selasa (19/5/2026) pagi.
Dilansir dari Antara, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan tinggi kolom letusan yang terlihat sekitar 600 meter di atas puncak dengan warna kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di perangkat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berdurasi 138 detik.
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas Mukdas Sofian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dalam sebuah laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Menurut Sofian, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di perangkat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berdurasi 140 detik.
Kemudian gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.54 WIB dan tinggi kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak (4.676 mdpl)
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 145 detik," jelasnya.
Dia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik dari Gunung Semeru berada pada status level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Sofian menambahkan, di luar jarak tersebut masyarakat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas apapun pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.
Dia meminta seluruh masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tutupnya. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
19 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
19 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
21 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
21 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
21 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
21 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
21 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




