Selasa, 19 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Iduladha, Pemkab Sampang Minta Tambahan Kuota 500 Persen

Ach. Mukrim - Tuesday, 19 May 2026 | 07:19 AM

Background
Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Iduladha, Pemkab Sampang Minta Tambahan Kuota 500 Persen
Pekerja memasukkan tabung gas kosong LPG 3 Kg ke dalam bak mobil pikap (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bersiap mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG subsidi menjelang Hari Raya Iduladha. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajukan tambahan kuota LPG 3 kilogram hingga 500 persen dari alokasi bulan Mei.


Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Sampang, Abdi Barri Salam mengatakan, pengajuan tambahan kuota tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan gas melon seperti yang sempat terjadi pada April lalu.


Menurutnya, kebutuhan LPG saat momentum Iduladha diperkirakan meningkat cukup signifikan. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif dengan mengusulkan tambahan pasokan kepada Kementerian ESDM.




"Permohonan tambahan kuota dilakukan supaya tidak terjadi kelangkaan lagi saat Iduladha," katanya, Selasa (19/2/2026).


Barri menjelaskan, usulan tambahan kuota difokuskan untuk LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan masyarakat. Besaran pengajuan tersebut juga mengacu pada saran dari pihak Pertamina.




Meski demikian, pihaknya mengaku belum mengetahui pasti jumlah alokasi LPG bulan ini karena penetapan kuota menjadi kewenangan Pertamina setelah menerima distribusi dari pemerintah pusat.


"Kami terus melakukan pengawasan distribusi LPG subsidi di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada penjualan yang melebihi harga eceran tertinggi (HET)," jelasnya.


Sementara itu, Driver Pangkalan LPG, Moh Hery menyebut konsumsi LPG biasanya melonjak drastis saat Iduladha. Dalam sehari, kebutuhan bisa mencapai 500 tabung, meningkat dua kali lipat dibanding alokasi normal harian sebanyak 250 tabung.




"Kalau hari raya memang kebutuhannya tinggi, biasanya stok cepat habis," pungkasnya. (Mukrim)