Santri di Blega Terseret Arus Banjir, BPBD Bangkalan Lakukan Penyisiran
Ach. Mukrim - Tuesday, 21 January 2025 | 02:28 PM


salsabilafm.com – Seorang santri salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur terseret arus banjir, Selasa (21/1/2025).
Abdul Qowi (35), warga setempat menuturkan, korban bernama Shohibul Qirom warga Desa Durin Timur, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, korban dinyatakan hanyut sekitar pukul 06.00 WIB. Korban bersama temannya mandi di sungai Blega yang berada disamping lembaga dia menuntut ilmu.
"Saat sedang asyik mandi tiba-tiba arus air dengan deras datang dari arah barat, korban bersama teman teman nya bergegas menyelamatkan diri, namun nahas, korban terlepas dari tarikan temannya hingga terseret arus," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Rizal Mardiyansyah membenarkan kejadian tersebut. Saat ini BPBD dan Tim SAR Kabupaten Bangkalan sudah mulai melakukan penyisiran di sepanjang bibir sungai dengan menggunakan perahu karet.
"Iya benar ada anak santri tenggelam di sungai Blega, sekarang kami masih di lokasi untuk pencarian. Kami masih di lapangan," katanya.
Dia menjelaskan, setelah mendapatkan laporan pihaknya melakukan penyisiran dari titik yang diduga sebagai lokasi korban menghilang. "Tim melakukan pencarian sekitar 300 meter dari titik tersebut," terangnya.
Saat ini banjir parah terjadi di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Blega dan Arosbaya. Akibatnya, petugas dibagi menjadi dua regu untuk melakukan evakuasi ke dua kecamatan itu.
"Iya kami bagi dua regu untuk evakuasi di Arosbaya dan Blega," ujarnya, Selasa (21/1/2025).
Ia mengatakan, di Kecamatan Arosbaya banjir parah terjadi akibat sungai Buduran tak mampu menahan jumlah air yang tinggi. Akibatnya, air meluap dan mengakibatkan banjir di dua desa yakni di Desa Buduran dan Desa Arosbaya. Selain itu, banjir juga mengakibatkan akses jalan dari Aermata ke Desa Campor terganggu.
"Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Arosbaya, Geger dan Klampis disebabkan hujan dari jam 16.00 WIB sore sampai jam 02.00 WIB pagi tadi. Akibatnya, sungai Buduran meluap dan mengakibatkan banjir," imbuhnya.
Selain itu, untuk di wilayah Blega ia mengatakan, banjir terjadi di Desa Kajjan setinggi 30 centimeter.
"Kira-kira jam 09.00 WIB masuk ke wilayah Kecamatan di Blega. Petugas juga sudah siaga di sana," ungkapnya. (Mukrim)
Next News

Permintaan Naik, Pemkab Bangkalan Genjot Budidaya Lele untuk Program MBG
14 hours ago

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Pohon Ditanam di SGMRP Pamekasan
14 hours ago

84 Siswa SMA di Bangkalan Keracunan MBG, 12 Masih Dirawat di Puskesmas
14 hours ago

Polisi Tegaskan Kasus Tindak Pidana Seksual Tidak Bisa Dimediasi dan Dihentikan
14 hours ago

Lantik Direktur Baru, Bupati Sampang: RSMZ Harus Jadi Rumah Sakit Kebanggaan
15 hours ago

Operasi Patuh Semeru 2026 di Sumenep, 7 Pelanggaran Jadi Prioritas
15 hours ago

Kemenhaj Sumenep Imbau Konvoi Penjemputan Jemaah Haji Tidak Dilakukan Berlebihan
15 hours ago

SPMB 2026 di Sumenep, KPK Sebut Jalur Prestasi dan Domisili Rawan Dimanipulasi
15 hours ago

Dinilai Belum Layak, Lapangan Karapan Sapi Sampang Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Presiden
15 hours ago

FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026
15 hours ago





