Sabtu, 10 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma

Redaksi - Saturday, 10 October 2026 | 09:10 AM

Background
Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan. (Istimewa/)

salsabilafm.com  – Anak berusia 8 tahun di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengalami trauma setelah menyaksikan dugaan pengancaman terhadap ibunya menggunakan celurit. Polisi kini menyelidiki kasus yang diduga melibatkan seorang pengusaha rokok ilegal berinisial B dan rombongannya


Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, mengatakan, anak korban berada di lokasi saat dugaan pengancaman terjadi di rumah Siti Wardatus Sholeha, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, pada Senin (5/10/2026). 


"Lebih serius kondisi anak pelapor yang masih delapan tahun. Anak korban ini trauma terhadap interaksi ancaman yang terjadi di lokasi," ungkapnya, Jumat (9/10/2026). 




Selain dampak psikologis terhadap anak, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp20 juta. Kerugian tersebut diduga berkaitan dengan perusakan pintu dan dinding gudang milik korban. 


Yoni mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian




"Kami juga meminta keterangan terlapor," ucapnya. 


Berdasarkan keterangan polisi, B bersama rombongannya mendatangi rumah korban sekitar pukul 12.26 WIB. Mereka diduga membawa celurit dan palu, kemudian merusak pintu serta tembok.


Dalam penanganan kasus ini, polisi menerapkan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang juncto Pasal 335 KUHP terkait dugaan pemaksaan atau perbuatan tidak menyenangkan.




Polisi juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan undang-undang darurat terkait kepemilikan senjata tajam


"Kami mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri untuk menyelesaikan masalah. Sebab berdampak pada tindakan pidana," ujarnya. 




Sementara itu, suami korban, Zakki, mengatakan, istrinya dan anak mereka sedang berada berdua di rumah saat kejadian. Menurut dia, anaknya histeris ketika B diduga mengayunkan celurit sambil berbicara dengan nada tinggi. 


"Celuritnya sempat diayunkan ke istri saya. Anak saya menangis saat itu," ungkap Zakki. 


Zakki juga menyebut rombongan B membawa rokok dagangan milik korban beserta satu unit mobil Honda Brio. Menurut dia, barang-barang tersebut belum dikembalikan hingga saat ini. (*)