Jumat, 9 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal

Syabilur Rosyad - Friday, 09 October 2026 | 06:25 AM

Background
Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
Kepala Puskesmas Dr. Benny Irawan saat diamankan di Mapolres, Kamis (8/10/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Seorang tenaga kesehatan (nakes) perempuan berinisial A diduga terlibat perselingkuhan dengan Kepala Puskesmas Robatal, Kabupaten Sampang, dr. Benny Irawan. Keduanya digerebek suami A saat berada di dalam ruangan kepala puskesmas, Kamis (8/10/2026) siang.


Penggerebekan tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Suami A datang dengan didampingi anggota Polsek Robatal dan Bhabinsa setempat.


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Dia mengatakan, kedua orang itu memang berada di dalam ruangan kepala puskesmas saat kejadian.




"Benar terjadinya penggerebekan di Puskesmas Robatal pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2026 sekitar pukul 13.00 WIB," ungkap Eko dalam keterangannya.


Menurutnya, penggerebekan dilakukan oleh suami salah satu staf puskesmas dengan didampingi anggota Polsek dan Bhabinsa Robatal.




Eko menjelaskan, kedua pihak kemudian dibawa ke Polres Sampang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kedua belah pihak diantar ke Polres Sampang oleh anggota Polsek Robatal untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.


Dia menegaskan, hingga saat ini peristiwa tersebut masih dalam pendalaman dan pemeriksaan kepolisian. Belum ada kesimpulan resmi mengenai dugaan perselingkuhan yang menjadi latar belakang penggerebekan tersebut.




"Dan kejadian tersebut masih dalam pendalaman dan pemeriksaan di Polres Sampang," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Robatal berinisial BI belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Konfirmasi dari pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kronologi kejadian serta kemungkinan tindak lanjut dari sisi kedinasan.




Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan terhadap kedua pihak maupun ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut. (Syad)