Rabu, 5 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ribuan Guru Madrasah di Sampang Belum Kantongi Sertifikat Pendidik

Ach. Mukrim - Wednesday, 05 August 2026 | 05:33 AM

Background
Ribuan Guru Madrasah di Sampang Belum Kantongi Sertifikat Pendidik
Guru MAN saat mengajar. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Ribuan guru madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, hingga kini belum memiliki sertifikat pendidik. Dari total 10.094 guru madrasah, baru 2.184 orang yang tercatat telah tersertifikasi.


Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sampang, Imam Mahmudi, mengatakan, sertifikat pendidik hanya dapat diperoleh melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Seleksi PPG terakhir dibuka pada 2025 dan dilaksanakan dalam empat gelombang (batch).


"Biasanya seleksi PPG sampai batch kelima, tetapi hingga saat ini belum ada informasi lanjutan," katanya, Rabu (5/8/2026). 




Imam mencatat, jumlah guru madrasah di Kabupaten Sampang mencapai 10.094 orang. Dari jumlah tersebut, baru 2.184 guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Rinciannya terdiri dari 24 guru PPPK, 54 pengawas, 329 guru PNS, 1.067 guru non-PNS kategori inpassing, serta 710 guru non-inpassing. Sementara itu, sebanyak 7.910 guru yang belum tersertifikasi mayoritas berstatus sebagai guru honorer.


"Memang masih banyak yang belum tersertifikasi dan semuanya merupakan guru non-PNS," ungkap Imam.




Menurutnya, masih banyak guru yang belum dapat mengikuti sertifikasi karena belum memenuhi persyaratan administrasi. Beberapa di antaranya terkait terhitung mulai tanggal (TMT) mengajar, ijazah yang belum linear, kepemilikan Nomor Pendidik Kemenag (NPK), serta persyaratan administrasi lainnya.


"Guru yang memenuhi syarat untuk mengikuti PPG akan mendapatkan notifikasi pada akun masing-masing," terangnya.


Imam menjelaskan, kesempatan mengikuti PPG juga tidak menjamin peserta langsung memperoleh sertifikat pendidik. Pasalnya, dalam proses seleksi masih banyak peserta yang gugur akibat kendala persyaratan maupun aspek teknis.




"Tahun lalu sekitar dua ribu guru mengikuti seleksi PPG, tetapi yang dinyatakan lulus hanya sekitar 600 orang," ujarnya.


Akibat belum tersertifikasi, ribuan guru madrasah tersebut hingga kini masih bergantung pada honor yang diberikan oleh lembaga tempat mereka mengajar.




"Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik tetap bergantung pada honor dari lembaga," pungkasnya. (Mukrim)