KPM Mengaku Tak Pernah Pegang KKS, Penyaluran Bansos PKH di Sampang Dikeluhkan Warga
Syabilur Rosyad - Tuesday, 22 September 2026 | 06:20 AM


salsabilafm.com – Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, dikeluhkan warga. Salah seorang warga, Zainuddin, menyebut sejumlah penerima manfaat (KPM) tidak memegang sendiri kartu keluarga sejahtera (KKS) dan buku tabungan bantuan.
Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Kartu dan buku tabungan disebut dititipkan kepada ketua kelompok. Bahkan, warga yang mempertanyakan keberadaan kartu tersebut disebut diminta memberikan keterangan tertentu.
"Jika siapapun yang menanyakan tentang keberadaan kartu dan buku tabungan, warga dipaksa harus berbohong, bahwa dengan suka rela warga menitipkan ke ketua kelompok," kata Zainuddin, Selasa (22/9/2026).
Dia juga menyebut sejumlah warga mengaku hanya menerima sekitar Rp550 ribu per tahun. Sementara pihak desa disebut menjelaskan nominal tersebut berkaitan dengan bantuan sosial beras.
Zainuddin mengaku mendapat laporan dari warga Dusun Pandian yang namanya masih tercatat sebagai penerima PKH, namun mengaku tidak pernah melihat atau memegang uang bantuannya. Dia menyebut jumlah KPM di dusun tersebut sekitar 200 orang berdasarkan data yang menurutnya berasal dari Dinas Sosial.
"Bukan hanya satu sampai tiga KPM di Dusun Pandian melaporkan namanya terdaftar aktif sebagai penerima PKH, tapi mereka tidak pernah melihat bentuk uangnya seperti apa," ujarnya.
Zainuddin menduga adanya keterlibatan pendamping PKH berinisial S dan ketua kelompok PKH Desa Batoporo Timur. Namun, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
"Saya tiga hari lalu telah mengadu pada pendamping kecamatan, tapi malah jawabnya muter-muter terus, jadi dugaan saya sepertinya ada kongkalikong," tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Sosial Sampang Moh. Anwari Abdullah menegaskan akan segera melakukan pengecekan.
"Siap segera kami koordinasikan dengan SDM PKH untuk ditindaklanjuti dan dicek ke lapangan," singkatnya. (Syad)
Next News

Kecelakaan di JLS Sampang, 1 Orang Meninggal Dunia
8 hours ago

9 Nelayan Sumenep Ditahan Otoritas Australia, 2 Dikarantina karena Sakit
8 hours ago

Tanggapi Pembongkaran Paksa Minimarket di Pamekasan, Begini Penjelasan Emil Dardak
8 hours ago

Saksikan Ibunya Diancam dengan Celurit, Anak 8 Tahun di Pamekasan Alami Trauma
3 hours ago

Polisi Panggil Saksi-saksi Kasus Pembongkaran Retail Modern di Pamekasan
3 hours ago

Leher Siswa SMA Terjerat Kabel PLN di Bangkalan
a day ago

Digerebek Suami di Tempat Kerja, Nakes Diduga Selingkuh dengan Kepala Puskesmas Robatal
a day ago

Pecatur Sampang Raih Dua Medali di Asia Pacific Deaf Chess Championship 2026
a day ago

Minibus Vs Motor Terlibat Kecelakaan di Pamekasan
2 days ago

Kecewa Pelayanan Kesehatan, Warga Segel Pustu Blu'uran Sampang
2 days ago




