Senin, 22 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Peringati Harganas 2026, Dinkes-KB Sampang Gelar Operasi KB MOW Gratis di RSUD dr. Mohammad Zyn

Ach. Mukrim - Monday, 22 June 2026 | 06:33 AM

Background
Peringati Harganas 2026, Dinkes-KB Sampang Gelar Operasi KB MOW Gratis di RSUD dr. Mohammad Zyn
Kepala Bidang (Kabid)Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB dan Dalduk) Dinkes-KB Sampang, Zahruddin saat memantau kegiatan MOW. (Dok Salsabilafm/)


salsabilafm.com - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) secara serentak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang, Senin (22/6/2026).


Kepala Bidang (Kabid)Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB dan Dalduk) Dinkes-KB Sampang, Zahruddin, mengatakan, pelayanan MOW dipilih karena merupakan salah satu metode kontrasepsi modern dengan tingkat efektivitas yang tinggi dan bersifat jangka panjang.




"MOW merupakan kontrasepsi modern yang dilakukan satu kali dan berlaku permanen. Metode ini sangat cocok bagi ibu yang merasa sudah cukup memiliki anak atau tidak dianjurkan hamil kembali karena alasan kesehatan tertentu," katanya. 


Dia menjelaskan, pelayanan MOW hanya dapat dilaksanakan di rumah sakit karena memerlukan tindakan medis khusus dan tidak diperbolehkan dilakukan di fasilitas kesehatan lain seperti puskesmas.


Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 20 akseptor mengikuti prosedur MOW. Jumlah tersebut berkurang dari 23 peserta yang sebelumnya telah mendaftar karena sebagian mengalami kendala kesehatan dan keperluan lainnya.




"Awalnya ada 23 yang mendaftar, tetapi ada yang sakit dan ada kegiatan lain sehingga yang bisa mengikuti sebanyak 20 orang," ujarnya.


Menurut Zahruddin, kegiatan tersebut merupakan gelombang kedua pelayanan MOW yang digelar tahun ini. Sebelumnya, layanan serupa juga dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Bidan Nasional yang diikuti sebanyak 10 orang. 




Dia menyebut tingkat keberhasilan MOW mencapai sekitar 99 persen. Karena itu, metode tersebut menjadi salah satu pilihan kontrasepsi yang dinilai efektif bagi pasangan usia subur yang tidak lagi merencanakan kehamilan.


Zahruddin memastikan seluruh pelayanan diberikan secara gratis tanpa biaya apa pun kepada peserta. Pendanaan kegiatan berasal dari Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) yang bersumber dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.


"Kalau dilakukan secara mandiri, biaya pelayanan dan operasinya bisa mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta. Namun untuk kegiatan ini seluruhnya gratis," katanya.




Meski demikian, Zahruddin mengakui proses menjaring peserta MOW tidak mudah. Banyak calon akseptor yang batal mengikuti prosedur setelah menjalani pemeriksaan kesehatan atau karena alasan pribadi lainnya.


Dia memastikan tindakan MOW yang dilakukan di RSUD dr. Mohammad Zyn aman karena ditangani tenaga medis profesional. Sebelum operasi, seluruh peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga kadar gula darah.




"Kami memastikan seluruh peserta dalam kondisi layak untuk menjalani tindakan. Jika ditemukan penyakit tertentu, maka akan ditangani terlebih dahulu sebelum operasi dilakukan," ujarnya.


Usai menjalani operasi, para akseptor juga akan mendapatkan pendampingan dari penyuluh KB. Pemantauan dilakukan selama masa pemulihan guna memastikan kondisi peserta tetap baik.


Zahruddin berharap masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif serta aman. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan serupa bagi masyarakat yang membutuhkan.




"Kami akan terus melakukan pendampingan dan berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat," katanya.


Sementara itu, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, dr. Zakky Sukmajaya, menjelaskan, Metode Operasi Wanita (MOW) diperuntukkan bagi perempuan yang telah memutuskan tidak ingin memiliki anak lagi.




"MOW dilakukan dengan memutus saluran telur sehingga tidak terjadi proses pembuahan. Metode ini ditujukan bagi peserta yang memang sudah tidak menginginkan kehamilan lagi," ujar Zakky.


Dia menjelaskan, secara teori saluran yang telah diputus masih dapat disambungkan kembali melalui tindakan medis tertentu. Namun, proses tersebut tidak mudah dan tidak selalu berhasil.


"Secara teori memang bisa disambung kembali, tetapi tidak mudah. Karena itu sebelum memilih MOW harus benar-benar dipertimbangkan dengan matang," katanya.




Menurut Zakky, keputusan menjalani MOW sebaiknya didasarkan pada kesepakatan bersama antara suami dan istri serta didiskusikan dengan keluarga. Hal itu penting karena metode tersebut bersifat permanen dan ditujukan bagi pasangan yang sudah tidak merencanakan kehamilan di masa mendatang.


"Yang paling penting harus dirapatkan atau dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan suami dan keluarga. Jika masih ada kemungkinan ingin memiliki anak lagi, sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi lain yang sifatnya tidak permanen," ujarnya.




Meski demikian, Zakky memastikan prosedur MOW yang dilakukan di RSUD dr. Mohammad Zyn aman karena dikerjakan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan sesuai standar pelayanan medis.


"Insya Allah aman karena dilakukan oleh tenaga profesional dan melalui tahapan pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum tindakan dilakukan," katanya.


Usai menjalani operasi, para akseptor akan tetap mendapatkan pemantauan dan pendampingan dari tenaga kesehatan selama masa pemulihan.




"Peserta yang sudah mengikuti program ini akan terus dipantau dan diawasi selama sekitar satu minggu ke depan untuk memastikan kondisi mereka tetap baik setelah tindakan," ujarnya. 


Salah seorang peserta MOW, Siti Farida (45), mengaku telah merencanakan untuk mengikuti program tersebut sejak lama. Namun, keinginannya baru terwujud setelah pelayanan MOW digelar Dinkes-KB Sampang pada Juni 2026.




"Memang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Saya sudah lama ingin mengikuti program ini. Karena programnya baru ada sekarang, tentu saya sangat bahagia dan gembira bisa ikut," kata Farida.


Menurut Farida, program MOW merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada perempuan dalam merencanakan kehidupan reproduksi dan membangun keluarga yang lebih sehat serta sejahtera.


"Ini bentuk pelayanan dari pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Kami diberikan kesempatan untuk merencanakan keluarga yang sehat dan tidak berlebihan dalam memiliki keturunan," ujarnya.




Dia menilai perencanaan keluarga penting dilakukan agar pasangan dapat membangun rumah tangga yang sehat, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi ekonomi.


"Keluarga yang sehat itu bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara finansial. Jadi semuanya bisa direncanakan dengan baik," katanya.




Farida mengaku proses pendaftaran hingga pelaksanaan operasi berjalan mudah karena peserta mendapatkan pendampingan penuh dari petugas KB dan tenaga kesehatan.


"Prosesnya tidak ribet. Kami benar-benar dilayani dengan baik, dihubungi oleh petugas dan didampingi. Sebelum datang ke sini juga sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu," ujarnya.


Meski sempat merasa khawatir sebelum menjalani operasi, perasaan itu berangsur hilang setelah mendapat penjelasan dari dokter dan tenaga medis yang menangani.




"Awalnya memang ada rasa khawatir. Tapi karena ditangani oleh tenaga profesional dan diberikan penjelasan terlebih dahulu, saya jadi yakin dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan," katanya.


Farida yang kini berusia 45 tahun telah memiliki dua anak, masing-masing berusia 14 tahun dan 10 tahun. Dengan komposisi satu anak perempuan dan satu anak laki-laki, dia merasa jumlah tersebut sudah cukup sehingga memutuskan mengikuti program MOW.




Farida menyampaikan apresiasi kepada Dinkes-KB Sampang atas penyelenggaraan layanan tersebut.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinkes-KB Sampang yang sudah membantu masyarakat Sampang untuk memiliki keluarga yang sehat lahir dan batin," pungkasnya. (Mukrim)