Bupati Sampang Lantik 48 Kepsek, Tekankan Disiplin dan Transparansi Dana BOS
Ach. Mukrim - Monday, 22 June 2026 | 06:39 AM


salsabilafm.com - Bupati Sampang, Slamet Junaidi melantik 48 Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pendopo Trunojoyo, Senin (22/6/2026). 48 kepala sekolah yang dilantik terdiri dari 1 kepala TK, 29 kepala SD, dan 18 kepala SMP.
Dalam arahannya, Bupati Sampang, Slamet Junaidi menekankan pentingnya disiplin, integritas, serta pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel.
Menurutnya, jabatan Kepsek bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Jabatan ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepsek dan guru harus menjadi teladan kedisiplinan bagi peserta didik. Jangan sampai murid dituntut disiplin, sementara gurunya sendiri tidak memberikan contoh yang baik," katanya.
Bupati Sampang dua periode itu menjelaskan, pelantikan ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat tanggung jawab moral dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Sampang. Kepsek memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
Bupati juga menyoroti pengelolaan dana BOS. Dia meminta seluruh Kepsek untuk mengelola dana tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Dana BOS adalah uang negara yang diperuntukkan bagi pendidikan. Gunakan sebaik-baiknya, jangan sampai ada kebocoran atau penyalahgunaan. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun moral," tegasnya.
Dia juga menginstruksikan agar dilakukan pendataan dan verifikasi yang lebih akurat terkait jumlah guru dan siswa di setiap sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah ketidaksesuaian data yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pengelolaan pendidikan.
Terkait aspirasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ingin mendapatkan kesempatan menjadi kepala sekolah, Slamet Junaidi menegaskan, peluang tersebut terbuka bagi siapa saja yang memenuhi ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
"Semua memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi regulasi. Yang terpenting adalah kompetensi, integritas, dan kemampuan memimpin lembaga pendidikan," lanjutnya.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat berkurangnya transfer daerah dari pemerintah pusat, Bupati meminta seluruh jajaran pendidikan untuk semakin cermat dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Karena itu, dia mengajak seluruh tenaga pendidik memperkuat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui sinergi berbagai pihak.
"Jangan pernah takut dengan rekan-rekan LSM. Kalau tidak salah, kenapa harus takut," tegasnya.
"Kami berharap tata kelola pendidikan semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan generasi unggul di masa depan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Stok Pertalite Kosong, Antrean Pertamax di SPBU Pliyang Sampang Mengular
11 hours ago

Ikuti MOW Gratis Dinkes-KB Sampang Setelah Miliki 2 Anak, Farida: Keluarga Sehat Harus Direncanakan
12 hours ago

2 Pabrik Otomotif Jepang di Indonesia Bakal Cabut ke Vietnam
12 hours ago

Jambore Pramuka Ma'arif NU Sampang Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
12 hours ago

Peringati Harganas 2026, Dinkes-KB Sampang Gelar Operasi KB MOW Gratis di RSUD dr. Mohammad Zyn
12 hours ago

Kecelakaan Tunggal di Sampang, Mobil Innova Nyemplung ke Sawah
2 days ago

Mengenal To'-Oto', Tradisi Masyarakat Madura yang Memuat Nilai Persaudaraan
2 days ago

4 Motif Batik Sampang Miliki HKI, Puluhan Lainnya Belum Terdaftar
2 days ago

Flyer Pemadaman Total Listrik di Jawa dan Bali Selama 3 Hari Hoaks
2 days ago

Festival Grassroots Sampang 2026 Jadi Ajang Talenta Muda, Putra Pahlawan Juara U-10
2 days ago



