4 Motif Batik Sampang Miliki HKI, Puluhan Lainnya Belum Terdaftar
Ach. Mukrim - Sunday, 21 June 2026 | 01:59 AM


salsabilafm.com - Di tengah banyaknya ragam motif batik yang berkembang di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, baru empat motif yang telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pejabat Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Muhammad Irwan Ferdiawan, mengatakan, motif batik Sampang secara umum terbagi menjadi dua kategori, yakni batik Madura dan batik berbasis budaya.
Menurutnya, jumlah batik berbasis budaya masih relatif sedikit dibandingkan motif batik Madura yang lebih banyak diproduksi oleh para perajin.
"Untuk batik berbasis budaya sedikit, pada umumnya banyak motif Madura," katanya, Minggu (21/6/2026).
Dia mengungkapkan, empat motif batik yang telah mengantongi hak cipta tersebut adalah motif Pendopo, Trunojoyo, Tang Bhatek, dan Syer-syer. Ke empatnya merupakan motif yang mengangkat unsur budaya lokal dan tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Sampang.
Irwan menjelaskan, pemerintah daerah hanya memfasilitasi proses pendaftaran hak cipta untuk tiga motif batik. Sementara motif batik budaya adat Syer-syer didaftarkan secara mandiri oleh pelaku ekonomi kreatif.
"Sementara hanya empat yang punya hak cipta. Tapi tidak semuanya didaftarkan pemerintah," ujarnya.
Meski demikian, masih banyak motif batik khas Sampang yang belum memperoleh perlindungan HKI. Salah satu kendala utama adalah kebutuhan kajian akademis sebagai syarat pendaftaran.
Menurut Irwan, setiap motif yang diajukan harus memiliki asal-usul yang jelas serta mengandung nilai filosofis yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Misalnya asal muasal batik itu harus jelas, motif dan unsurnya harus memiliki filosofi," tuturnya.
Sementara itu, Duta Budaya Madura Noa Lalailatul Hamsah mendorong pemerintah daerah bersama para pengrajin untuk mempercepat proses pengurusan hak cipta terhadap motif-motif batik yang belum terdaftar.
Dia menilai, legalitas menjadi aspek penting untuk melindungi karya seni sekaligus menjaga identitas budaya daerah dari potensi klaim pihak lain.
"Dengan begitu, karya mereka tidak bisa diklaim oleh daerah lain. Dampaknya tentu pada keberlangsungan usaha para pengrajin. Kami juga meminta pemkab bisa memperhatikan masalah ini dengan serius," katanya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
16 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
16 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
18 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
18 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
18 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
18 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
18 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




