Kuota SD Sekolah Rakyat Sampang Belum Capai Target, Ini Penyebabnya
Ach. Mukrim - Saturday, 20 June 2026 | 02:47 AM


salsabilafm.com - Target pemenuhan kuota siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dalam Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang masih belum tercapai. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah calon siswa yang terjaring baru sekitar 52 anak dari kuota 90 siswa yang disediakan.
Kondisi tersebut berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang justru mengalami kelebihan pendaftar. Padahal, seluruh biaya pendidikan, asrama, makan, hingga perlengkapan belajar di Sekolah Rakyat ditanggung pemerintah.
Ketua Tim Penjangkauan SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sampang, Moh. Hakim, mengungkapkan, faktor utama belum terpenuhinya kuota SD adalah kekhawatiran orang tua yang belum siap berpisah dengan anak mereka yang masih berusia dini.
Menurutnya, sebagian besar calon siswa SD yang masuk kategori sasaran masih berada pada usia yang dianggap terlalu muda untuk tinggal di asrama jauh dari keluarga.
"Orang tuanya banyak yang masih berat melepas anak. Karena masih kecil, mereka merasa khawatir jika harus tinggal di asrama," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Selain itu, tim penjaringan juga menemukan adanya anggapan di masyarakat bahwa anak yang masuk Sekolah Rakyat tidak lagi bisa mengikuti pendidikan keagamaan seperti madrasah atau lembaga pendidikan nonformal lainnya.
Persepsi tersebut, kata Hakim, menjadi salah satu tantangan dalam proses sosialisasi program kepada masyarakat penerima manfaat. Padahal, Program Sekolah Rakyat dirancang pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan.
"Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan," ucapnya.
Sementara untuk jenjang SMP dan SMA, lanjunya, minat masyarakat terbilang tinggi. Jumlah calon siswa yang mendaftar bahkan telah melampaui kuota yang tersedia sehingga pemerintah memiliki data cadangan calon peserta didik.
"Alhamdulillah untuk SMP dan SMA jumlah pendaftarnya sudah melebihi kuota. Bahkan kami memiliki cadangan data calon siswa di atas kuota yang telah ditetapkan," jelas Hakim.
Saat ini proses seleksi masih memasuki tahap verifikasi dan pemeringkatan data. Sebelum penetapan akhir, tim gabungan dari Dinas Sosial, BPS, pemerintah daerah, dan pendamping PKH akan melakukan pengecekan langsung ke rumah calon siswa untuk memastikan program tepat sasaran.
"Tim kami akan mendatangi rumah-rumah calon siswa secara langsung sebelum diputuskan diterima atau tidak," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Ruang Terbuka Hijau di Sampang Ditarget 1,14 Persen, Sementara Terpusat di Kawasan Kota
7 hours ago

Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kasatlantas Sampang Imbau Tertib Lalulintas
8 hours ago

Rusak Parah, Warga Dusun Angsanah Barat Gotong Royong Perbaiki Jalan
in 4 hours

Munas-Konbes NU di Ploso Didorong Putuskan Cirebon jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35
in 4 hours

Pertamina Patra Niaga Berikan Santunan Lintas Agama Serentak di 3 Provinsi
a day ago

Banjir Rob Rendam Kepulauan di Sumenep
a day ago

Gendong 15 Boneka Unta dari Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Sampang Curi Perhatian
a day ago

Jamaah Haji Pamekasan Meninggal di Tanah Suci, Kemenag Dampingi Ahli Waris Urus Santunan
a day ago

Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton
a day ago

616 Jemaah Haji Tiba di Sampang, 2 Meninggal di Tanah Suci
a day ago




