Jumat, 19 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton

Ach. Mukrim - Friday, 19 June 2026 | 06:51 AM

Background
Target 307 Ribu Ton, Produksi Garam di Sampang Baru Capai 100 Ton
Petani saat panen garam (Mukrim/Salsa)/)

salsabilafm.com - Produksi garam di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada panen perdana musim kemarau tahun ini masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah daerah. Hingga saat ini, realisasi produksi baru mencapai 100 ton, sementara target tahunan mencapai 307.000 ton.


Memasuki musim kemarau, para petambak garam di Sampang mulai menyiapkan lahan produksi dengan memasang geomembran untuk mendukung proses kristalisasi garam. Aktivitas produksi diketahui telah dimulai sejak April dan sebagian petambak telah memanen serta menjual hasil produksinya.


Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budi Daya, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sampang, Moh. Mahfud, mengatakan, capaian produksi pada panen perdana tersebut masih jauh di bawah ekspektasi. Menurutnya, pada awal musim panen tahun ini produksi diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ton.




"Realisasi panen perdana baru sekitar 100 ton. Angka itu masih jauh dari perkiraan awal yang mencapai seribu ton," katanya, Jum'at (19/6/2026). 


Dia menjelaskan, tingginya intensitas hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sampang menjadi penyebab utama rendahnya produksi garam. Kondisi cuaca yang tidak menentu mengakibatkan banyak petambak mengalami gagal panen sehingga hasil produksi menurun drastis.




Meski demikian, pihaknya tetap optimis target produksi garam tahun ini masih dapat dikejar apabila kondisi cuaca membaik pada puncak musim kemarau.


"Kami berharap cuaca ke depan lebih mendukung sehingga produksi garam bisa meningkat dan target tahunan dapat tercapai secara maksimal," ujarnya.


Dia menjelaskan, Sampang merupakan salah satu sentra produksi garam di Pulau Madura. Terdapat tujuh kecamatan yang menjadi kawasan penghasil garam, yakni Sreseh, Pangarengan, Jrengik, Sampang, Camplong, Banyuates, dan Torjun.




"Kami berharap kondisi cuaca pada sisa musim kemarau tahun ini lebih stabil agar produktivitas tambak garam meningkat dan target produksi sebesar 307 ribu ton dapat terealisasi," pungkas Mahfud. (Mukrim)