Jambore Pramuka Ma'arif NU Sampang Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Ach. Mukrim - Monday, 22 June 2026 | 06:42 AM


salsabilafm.com - Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang resmi menggelar Jambore kepanduan selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026, di kawasan Gunung Maddah.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari pangkalan sekolah dan madrasah Ma'arif NU se-Kabupaten Sampang. Tujuannya untuk memberikan pengalaman petualangan alam yang menantang sekaligus edukatif.
Wakil Ketua Sako Pramuka Ma'arif NU Jawa Timur, Chairul Anam, menyampaikan, pertemuan Pramuka tingkat kwartir cabang Sampang ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa daerah seperti Probolinggo dan Surabaya.
"Alhamdulillah semua sudah berjalan dan mudah-mudahan sampai selesai lancar tanpa hambatan," katanya, Senin (22/6/2026).
Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendidikan karakter berbasis kepramukaan di lingkungan pendidikan Ma'arif NU. Menurutnya pramuka menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan inovasi peserta didik, sekaligus menerapkan teori yang diperoleh di sekolah dalam praktik langsung.
Kegiatan ini melibatkan dua kelompok utama, yaitu Pramuka Penggalang dan Penegak. Peserta Penggalang berasal dari siswa kelas 5 sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah hingga kelas 3 SMP atau madrasah tsanawiyah.
"Kegiatan ini murni dari generasi-generasi Nahdlatul Ulama yang di bawah naungan lembaga pendidikan Ma'arif," jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, kelompok Penegak terdiri dari siswa kelas 1 hingga kelas 3 SMA, SMK, atau madrasah aliyah. Mereka juga dari kelompok Penegak yang akan menjadi panitianya.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan lapangan, tetapi juga dilatih kemandirian melalui aktivitas sehari-hari seperti memasak, membersihkan peralatan makan, hingga menata barang pribadi.
"Hal ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menekankan disiplin dan tanggung jawab," jelasnya.
Chairul juga menyoroti tantangan pembinaan generasi muda di era digital. Menurutnya, kebiasaan anak-anak yang lebih banyak memegang gawai perlu diimbangi dengan aktivitas yang membangun kemandirian dan keterampilan hidup.
"Harapannya anak-anak bisa mandiri, tahan uji terhadap tantangan. Di rumah mereka lebih banyak memegang HP, sementara di sini mereka belajar banyak hal yang membentuk karakter," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Sako Pramuka Ma'arif NU Sampang, Kakak KH. M. Itqan Bushiri, mengatakan, pelaksanaan Jambore Sako Pramuka Ma'arif NU Sampang 2026 bukan sekadar kegiatan perkemahan atau rekreasi, melainkan momentum penting dalam pembentukan karakter generasi muda di era modern.
Menurutnya, kegiatan yang digelar di kawasan Gunung Maddah tersebut menjadi "kawah candradimuka" bagi peserta untuk ditempa menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berakhlak.
"Di Sako Pramuka Ma'arif NU, kita tidak hanya melatih ketangkasan fisik dan kemandirian, tetapi yang paling utama adalah menanamkan nilai-nilai Aswaja. Kita ingin adik-adik tumbuh menjadi pribadi cerdas, berprestasi, namun tetap beradab dan berakhlakul karimah," katanya.
Dia menambahkan, sinergi antara nilai-nilai kepramukaan dan kepesantrenan menjadi benteng penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap tanah air.
"Kegiatan ini menitikberatkan pada empat pilar utama pembinaan peserta, yakni religius, berkarakter, berbakti, dan berprestasi," imbuhnya.
Melalui pilar tersebut, lanjutnya, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan kepramukaan, termasuk keterampilan lapangan, kepemimpinan, serta kegiatan sosial yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Dengan terselenggaranya jambore ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat, agama, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
20 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
20 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
21 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





