Peringati 1 Abad NU, Komite Dzurriyah Gelar Napak Tilas Isyarat Pendirian NU
Redaksi - Sunday, 04 January 2026 | 09:10 AM


salsabilafm.com - Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926-2026), Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama akan menggelar Napak Tilas Isyarat Pendirian NU pada Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini menelusuri jejak sejarah restu pendirian NU dari Bangkalan, Madura, menuju Jombang, Jawa Timur.
Napak tilas ini melibatkan dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, dzurriyah KH As'ad Syamsul Arifin Situbondo, serta dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang. Rangkaian kegiatan dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Pesantren Tebuireng Jombang.
Perjalanan tersebut menggambarkan sejarah KH As'ad Syamsul Arifin yang membawa isyarat dari Syaikhona Kholil Bangkalan berupa tongkat dan tasbih untuk disampaikan kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari sebagai tanda restu pendirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama.
Dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, KH Fahmi Amrullah Hadziq menjelaskan, kegiatan napak tilas ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan 1 abad NU, tetapi juga sebagai upaya meneladani perjuangan dan semangat juang para muassis NU dalam membangun jam'iyyah keagamaan yang berakar kuat pada tradisi pesantren.
Replika tongkat dan tasbih yang menjadi simbol isyarat restu pendirian NU dari Syaikhona Kholil Bangkalan untuk Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari akan dibawa sepanjang perjalanan menuju Jombang.
Setibanya di Jombang, replika tersebut akan dikirab dari Alun-alun Jombang menuju Pesantren Tebuireng bersama para dzurriyah muassis NU dan ribuan warga Nahdliyin.
"Inilah replika tongkat Hadratussyekh yang akan dikirab dalam rangka napak tilas tongkat dan tasbih isyarat pendirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, yang insyaallah akan dilaksanakan besok pada hari Ahad, tanggal 4 Januari 2026," ujarnya, dikutip NU Online Jombang.
Sebelum kirab dimulai, seluruh peserta akan berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang atau Pendopo Kabupaten Jombang. Dari titik tersebut, peserta akan dikomando untuk berjalan kaki menuju Pesantren Tebuireng sambil membawa replika tongkat dan tasbih.
Sepanjang perjalanan dengan jarak kurang lebih enam kilometer, para peserta akan melafalkan dzikir Asmaul Husna Ya Jabbar Ya Qahhar, kalimat thayyibah, serta Shalawat Badar secara serentak. Dzikir dan shalawat itu sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam mengenang sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
18 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
18 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
20 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
20 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
20 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
20 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
20 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




