Pengadaan Stiker Parkir Berlangganan di Pamekasan Disorot, Dishub: Ini Mengacu Realisasi Sebelumnya
Redaksi - Monday, 27 April 2026 | 08:04 AM


salsabilafm.com - Anggaran pengadaan stiker dan kwitansi parkir berlangganan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Tahun 2026 menjadi sorotan publik. Sebab, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp214.017.300 untuk pengadaan sebanyak 96.849 unit.
Pengadaan tersebut dilakukan melalui metode e- purchasing dengan sumber dana berasal dari APBD 2026. Mekanisme ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam proses belanja pemerintah.
Hanya saja besaran nilai anggaran tetap menuai perhatian, terutama terkait efektivitas penggunaan, serta urgensi pengadaan dalam jumlah yang terbilang fantastis. Sehingga sejumlah pihak mendorong agar proses pengadaan diawasi secara ketat guna memastikan tidak terjadi pemborosan anggaran.
Selain itu, transparansi dalam rincian harga per unit serta distribusi juga dianggap penting agar publik dapat mengetahui peruntukan anggaran secara jelas, termasuk strategi implementasi di lapangan. Sehingga penggunaan dana APBD dapat dipastikan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Kasi Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, Suharjdo menyampaikan, anggaran tersebut rutin dilakukan setiap tahun.
"Pengadaan ini rutin setiap tahun sejak program parkir berlangganan diberlakukan, jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jumlah kendaraan," ungkapnya, Minggu (26/4/2026).
Pihaknya menilai jika kebutuhan stiker dapat meningkat setiap tahun seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di wilayah setempat.
"Pengajuan anggaran ini mengacu pada realisasi (anggaran) sebelumnya," ucapnya.
Anggota DPRD Pamekasan, Hamdi menyampaikan, pihaknya tidak memiliki kewenangan menilai besaran anggaran tersebut, sekaligus memastikan ranah teknis menjadi wewenang dan pengawasan internal pemerintah.
"Kalau soal anggaran itu kewenangan inspektorat, dan kami di DPRD hanya menyetujui pengajuan dari dinas terkait." jelas Ketua DPC PBB Pamekasan.
Hamdi menekankan pentingnya pembenahan di lapangan, sehingga kebijakan parkir berlangganan tidak merugikan masyarakat.
"Kalau masih ada jukir yang narik di lokasi berlangganan, itu harus ditindak. Masyarakat juga harus berani menolak," pungkasnya.(*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
10 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
10 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
10 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
10 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
10 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
10 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
10 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
10 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
10 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





