Penduduk Indonesia Tembus 290 Juta, Naik 1,4 Juta Jiwa
Redaksi - Tuesday, 04 August 2026 | 11:06 AM


salsabilafm.com - Pemerintah merilis data terbaru jumlah penduduk Indonesia pada Semester I-2026. Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) dinamis yang dipaparkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026, jumlah penduduk Indonesia kini mencapai 290.125.073 jiwa.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, data kependudukan yang dimiliki Dukcapil merupakan basis data paling lengkap dan terus diperbarui secara real time. Dia mengatakan, perubahan data terjadi setiap saat karena adanya kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, hingga perubahan status perkawinan.
"Data yang paling lengkap penduduk Indonesia adanya di Dukcapil. Data ini bergerak bukan hitungannya hari, tetapi jam, menit, bahkan detik. Setiap ada yang lahir, meninggal, pindah, atau menikah langsung diinput ke sistem," kata Tito dalam Rakornas Dukcapil 2026, dikutip dari YouTube Dukcapil Kemendagri, Selasa (4/8/2026).
Sebelumnya, Ditjen Dukcapil mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 289.716.110 jiwa berdasarkan DKB dinamis per 18 Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,4 juta jiwa dibandingkan DKB Semester II-2025 yang tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.
Tito menegaskan, data kependudukan kini menjadi fondasi berbagai program transformasi digital pemerintah. Data tersebut tidak hanya digunakan untuk administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi basis layanan publik, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga sistem pemerintahan digital (e-government).
Tito juga mengungkapkan, pemerintah tengah mengintegrasikan data Dukcapil dengan fasilitas kesehatan. Nantinya, bayi yang lahir di rumah sakit atau puskesmas dapat langsung memperoleh akta kelahiran secara digital tanpa orang tua harus datang ke kantor Dukcapil.
"Begitu bayi lahir di fasilitas kesehatan, datanya akan langsung terkoneksi dengan Dukcapil. Akta kelahiran bisa langsung diterbitkan secara online dan dikirim melalui email orang tua," ujarnya.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, termasuk kapasitas penyimpanan data, bandwidth, hingga sistem keamanan siber. Langkah tersebut dilakukan karena data kependudukan menjadi fondasi utama digital public infrastructure dan rencana implementasi Satu Data Indonesia. (*)
Next News

Karpet Bulu Tangkis Rp208 Juta Belum Terpasang, Disporabudpar Sampang Kesulitan Cari Vendor
13 hours ago

Cegah Jual Beli Ilegal, Diskan Sampang Pantau Ketat Penyaluran Bantuan Pakan Lele
13 hours ago

Polres Sampang Imbau Latihan Gerak Jalan Tidak Dilakukan di Jalan Raya
13 hours ago

Temukan Bau Gas di Lokasi Gemuruh Air, BPBD Sampang Tunggu Arahan ESDM
13 hours ago

Antrean di SPBU Masih Mengular, Pemkab Sampang Usulkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi
13 hours ago

Viral di Medsos, Mobil KDKMP Angkut Tembakau di Pamekasan
13 hours ago

Puluhan Siswa SD Ambruk di Bangkalan Numpang Belajar di Gedung Madrasah Diniyah
7 hours ago

Baru Menang Kejurnas, Kuda Pacu Asal Sulsel Hangus di Kapal Mutiara Sentosa 2
7 hours ago

62 Korban Kapal Terbakar Dibawa ke Surabaya, 28 Orang Belum Ditemukan
7 hours ago

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
a day ago





