Rabu, 17 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pemkab Sumenep Kaji Pemberian Subsidi Transportasi ke Wilayah Kepulauan

Redaksi - Wednesday, 17 June 2026 | 07:16 AM

Background
Pemkab Sumenep Kaji Pemberian Subsidi Transportasi ke Wilayah Kepulauan
Kapal saat mengangkut warga ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengkaji kemungkinan memberikan subsidi transportasi ke daerah kepulauan. Hal itu untuk menekan berbagai harga kebutuhan bahan pokok di wilayah tersebut.


"Kami telah meminta Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep untuk melakukan diskusi terfokus terkait rencana ini dengan mengundang para pelaku usaha dari kepulauan dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di Sumenep ini," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu, (17/6/26).




Fauzi menjelaskan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok di kepulauan Sumenep selama ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga yang berlaku di daratan. Demikian juga dengan harga bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji.


Di daratan, harga BBM sesuai dengan ketentuan, sedangkan di kepulauan antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Harga elpiji antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.


"Harga di sana jauh lebih mahal, karena transportasi. Karena itu, Pemkab Sumenep berupaya memberikan subsidi transportasi dengan tujuan agar bisa menekan harga," katanya.




Dia menjelaskan, kajian ilmiah tentang rencana pemberian subsidi transportasi ke kepulauan itu perlu dilakukan agar kebijakan yang dilakukan Pemkab Sumenep memiliki dampak sistemik dan bermanfaat dalam jangka panjang kepada masyarakat.


"Yang kami inginkan kajiannya bukan hanya sekadar subsidi, akan tetapi jika memungkinkan ada transportasi khusus untuk kebutuhan bahan pokok warga kepulauan," kata dia.




Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar membenarkan instruksi bupati tentang pentingnya subsidi transportasi bagi warga kepulauan itu.


"Yang diinginkan oleh Bupati Sumenep sebenarnya bukan hanya harga kebutuhan bahan pokok yang murah yang terjangkau, akan tetapi juga memastikan ketersediaan bahan setiap saat di sana," kata Dadang. (*)