Jumat, 10 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pelajar di Sampang Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Ach. Mukrim - Friday, 10 July 2026 | 04:08 AM

Background
Pelajar di Sampang Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari
Polisi datangi TKP Tabrakan (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Seorang remaja berusia 16 tahun tewas dalam kecelakaan lalu lintas diduga tabrak lari di Jalan Raya Desa Meteng, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Kamis (9/7/2026) malam. Satu korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.


Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, korban meninggal diketahui bernama Pusabi (16), pelajar asal Dusun Berlebar, Desa Madulang, Kecamatan Omben. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna putih bernomor polisi L 4258 CAL.


Sementara itu, pembonceng bernama Lutfi Ardiansah (16), pelajar asal Dusun Pasanggrahan, Desa Rapa Laok, mengalami luka pada bagian dagu dan lecet di lutut kanan. Hingga kini korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Omben sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.




"Laporan mengenai dugaan tabrak lari diterima anggota SPKT dari masyarakat sekitar pukul 21.20 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal," katanya, Jum'at (10/7/2026).


"Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban bersama barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario berwarna putih. Saat itu hanya terdapat beberapa warga di sekitar lokasi," imbuhnya.




Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil interogasi awal terhadap sejumlah saksi di lokasi, polisi belum memperoleh keterangan yang mengarah pada kronologi pasti maupun identitas kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.


"Sejumlah saksi yang berada di lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi maupun kendaraan yang diduga menabrak korban. Karena itu, kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang," ujar Eko. 


Akibat kecelakaan tersebut, lanjuthya, Pusabi dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Omben. Sementara Lutfi masih mendapat penanganan medis sehingga keterangannya belum dapat dimintai oleh penyidik.




Puji menegaskan, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan mengidentifikasi kendaraan yang diduga melarikan diri usai kejadian.


Pihaknya berjanji akan terus meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli) yang dilaksanakan secara rutin di sejumlah wilayah.




"Kami melaksanakan kegiatan Turjawali secara rutin setiap waktu. Selain sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, kegiatan ini juga bertujuan mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor," ujar Puji.


Dia mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.


"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu tertib dan taat terhadap peraturan lalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama," pungkas Eko. (Mukrim)