Selasa, 20 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Optimalkan PAD, Pemkab Sampang Godok Rencana Retribusi Wisata Religi Makam Rato Ebuh

Ach. Mukrim - Monday, 19 January 2026 | 06:21 AM

Background
Optimalkan PAD, Pemkab Sampang Godok Rencana Retribusi  Wisata Religi Makam Rato Ebuh
Prosesi tabur bunga yang dilakukan oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu fokus utamanya adalah rencana penarikan retribusi di kawasan wisata religi Makam Rato Ebuh.


Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar, Sampang, Abdul Basith mengatakan, retribusi tersebut nantinya akan menyasar tiga sektor utama. Yaitu, pengelolaan parkir pengunjung, sewa kios bagi pedagang di area wisata dan enggunaan fasilitas, termasuk penggunaan gazebo dan fasilitas penunjang lainnya di lokasi.


Namun, pihaknya menegaskan enggan terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan status legalitas lahan yang masih berstatus milik pribadi atau ahli waris.


"Kami sedang menyiapkan segalanya. Jangan sampai penarikan retribusi ini prematur karena bisa berdampak pada aspek hukum dan sosial. Kita bereskan dulu status lahannya agar tata kelolanya jelas," kata dia, Senin (19/1/2026).


Menurut Basith, persoalan lahan menjadi kunci utama sebelum payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) diterbitkan. Meski bangunan di area tersebut merupakan aset pemerintah, tanahnya masih milik keluarga setempat.


Basith juga menyebutkan, komunikasi dengan pihak keluarga telah mencapai titik temu yang positif. Rencananya, akhir Januari atau awal Februari 2026 ini, Disporabudpar akan menggelar pertemuan formal dengan para ahli waris, masyarakat sekitar, serta Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) untuk proses penyerahan lahan.


"Kehendak keluarga sangat besar untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jika lahan sudah resmi milik Pemkab, barulah penarikan retribusi tidak akan ribet lagi," sebutnya.


Dia memaparkan, tujuan akhir dari penataan ini bukan semata-mata penarikan uang, melainkan perbaikan tata kelola. Menurutnya, distribusi informasi yang baik tentang sejarah dan peran tokoh di Makam Rato Ebuh sangat penting untuk menarik lebih banyak pengunjung.


"Jangan sampai pengunjung merasa terbebani sebelum masuk. Kita siapkan dulu fasilitasnya, tata kelolanya, dan kenyamanannya. Saat kunjungan sudah banyak dan pelayanan maksimal, retribusi akan menjadi kontribusi yang wajar dari masyarakat untuk pemeliharaan objek wisata itu sendiri," ucap Basith. 


Senada dengan hal tersebut, Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang, Achmad Murang, memastikan seluruh ahli waris telah memberikan sinyal persetujuan terkait pengalihan lahan kepada pemerintah.


"Setelah penandatanganan pengalihan selesai, kami segera memprosesnya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Terkait retribusi, tentu harus melalui kajian hukum yang matang," jelas Murang. (Mukrim)