Optimalkan PAD, Pemkab Sampang Godok Rencana Retribusi Wisata Religi Makam Rato Ebuh
Ach. Mukrim - Monday, 19 January 2026 | 06:21 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu fokus utamanya adalah rencana penarikan retribusi di kawasan wisata religi Makam Rato Ebuh.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar, Sampang, Abdul Basith mengatakan, retribusi tersebut nantinya akan menyasar tiga sektor utama. Yaitu, pengelolaan parkir pengunjung, sewa kios bagi pedagang di area wisata dan enggunaan fasilitas, termasuk penggunaan gazebo dan fasilitas penunjang lainnya di lokasi.
Namun, pihaknya menegaskan enggan terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan status legalitas lahan yang masih berstatus milik pribadi atau ahli waris.
"Kami sedang menyiapkan segalanya. Jangan sampai penarikan retribusi ini prematur karena bisa berdampak pada aspek hukum dan sosial. Kita bereskan dulu status lahannya agar tata kelolanya jelas," kata dia, Senin (19/1/2026).
Menurut Basith, persoalan lahan menjadi kunci utama sebelum payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) diterbitkan. Meski bangunan di area tersebut merupakan aset pemerintah, tanahnya masih milik keluarga setempat.
Basith juga menyebutkan, komunikasi dengan pihak keluarga telah mencapai titik temu yang positif. Rencananya, akhir Januari atau awal Februari 2026 ini, Disporabudpar akan menggelar pertemuan formal dengan para ahli waris, masyarakat sekitar, serta Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) untuk proses penyerahan lahan.
"Kehendak keluarga sangat besar untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jika lahan sudah resmi milik Pemkab, barulah penarikan retribusi tidak akan ribet lagi," sebutnya.
Dia memaparkan, tujuan akhir dari penataan ini bukan semata-mata penarikan uang, melainkan perbaikan tata kelola. Menurutnya, distribusi informasi yang baik tentang sejarah dan peran tokoh di Makam Rato Ebuh sangat penting untuk menarik lebih banyak pengunjung.
"Jangan sampai pengunjung merasa terbebani sebelum masuk. Kita siapkan dulu fasilitasnya, tata kelolanya, dan kenyamanannya. Saat kunjungan sudah banyak dan pelayanan maksimal, retribusi akan menjadi kontribusi yang wajar dari masyarakat untuk pemeliharaan objek wisata itu sendiri," ucap Basith.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang, Achmad Murang, memastikan seluruh ahli waris telah memberikan sinyal persetujuan terkait pengalihan lahan kepada pemerintah.
"Setelah penandatanganan pengalihan selesai, kami segera memprosesnya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Terkait retribusi, tentu harus melalui kajian hukum yang matang," jelas Murang. (Mukrim)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
7 hours ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
7 hours ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
8 hours ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
11 hours ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
11 hours ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
11 hours ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
2 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
2 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
2 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
a day ago





