Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Kembangkan Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta
Redaksi - Saturday, 09 May 2026 | 03:31 AM


salsabilafm.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengimbau seluruh lembaga pendidikan untuk mengembangkan pendekatan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Tujuannya untuk membangun ekosistem pendidikan sosial yang tangguh dan humanis.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri kegiatan di Katedral Jakarta, Sabtu (9/5/2026), seperti dikutip Antara.
"Saya mengimbau lembaga pendidikan mana pun, mari kita kembangkan ekoteologi dan Kurikulum Cinta. Mari kita menjadi contoh bagi dunia internasional bahwa cinta adalah jalan penyelesaian terbaik di atas semua masalah yang ada," ujarnya.
Menurut Nasaruddin, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta telah menunjukkan dampak positif di berbagai daerah. Dia mengungkapkan, sekitar 305 ribu guru agama dari berbagai agama telah memberikan testimoni terkait penerapan kurikulum tersebut.
"Luar biasa, saya sampai merinding mendengarnya. Dari Sabang sampai Merauke, mereka bercerita, semenjak Kurikulum Cinta ini diterapkan, anak-anak menyayangi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan menyayangi seluruh alam semesta ini. Selama ini, alam hanya dijadikan sebagai objek," kata Nasaruddin.
Sebelumnya, Kementerian Agama menggelar pelatihan daring Kurikulum Berbasis Cinta berskala nasional yang diikuti sekitar 305 peserta. Peserta kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari kalangan tenaga pendidik dan guru, tetapi juga masyarakat umum yang peduli terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan instrumen pendidikan yang memperkenalkan konsep Panca Cinta kepada anak-anak. Konsep tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada alam lingkungan, cinta kepada ilmu pengetahuan, serta cinta kepada tanah air.
Nasaruddin menilai, selama satu tahun masa uji coba, kurikulum tersebut berhasil mengubah suasana ruang kelas menjadi taman belajar yang membahagiakan dan memerdekakan jiwa anak-anak.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap sesama, lingkungan, dan masa depan bangsa. (*)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
a day ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
a day ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
a day ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
a day ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
18 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
18 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
18 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





