Karapan Sapi 2026 Diperketat, Wajib NISK dan Prioritaskan Sapi Asli Sampang
Ach. Mukrim - Sunday, 09 August 2026 | 06:15 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memperketat sistem seleksi Karapan Sapi 2026. Setiap pasangan peserta yang hendak mengikuti tahapan seleksi hingga berpeluang tampil pada Piala Presiden diwajibkan mengantongi Nomor Induk Sapi Kerap (NISK).
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disporabudpar Kabupaten Sampang, Abdul Basith mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sampang membangun tata kelola perlombaan yang lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain memperkuat sistem pendataan, penerapan NISK juga diharapkan memberikan kepastian kepada para pemilik sapi yang telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari.
"NISK tidak diberikan secara otomatis kepada setiap peserta," kata Basith Minggu (9/8/2026).
Dia menjelaskan, sebelum nomor identitas tersebut diterbitkan, pasangan sapi harus melalui sejumlah tahapan verifikasi. Prosesnya meliputi pemeriksaan administrasi, verifikasi lapangan, hingga pembahasan bersama Tim Pakar Sakera.
"Melalui sistem ini, pemilik sapi memperoleh kepastian sebagai peserta yang memenuhi syarat sehingga tidak mengalami kerugian setelah melakukan berbagai persiapan," ujarnya.
Dia mengungkapkan, pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 48 pasangan sapi telah dinyatakan lolos verifikasi dan mengantongi NISK sebagai salah satu syarat untuk mengikuti seleksi menuju tingkat yang lebih tinggi.
Bukan hanya itu, pihaknya juga menetapkan kebijakan untuk memprioritaskan pasangan sapi asli milik peternak lokal dalam mewakili daerah pada berbagai ajang bergengsi, termasuk Karapan Sapi Piala Presiden.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga identitas sekaligus kehormatan tradisi Karapan Sapi Sampang. Dengan demikian, pasangan sapi yang nantinya mampu meraih prestasi di tingkat nasional benar-benar berasal dari peternak Kabupaten Sampang.
"Pemerintah berharap setiap capaian yang diraih nantinya menjadi kebanggaan masyarakat Sampang karena diwakili oleh sapi asli milik peternak daerah," pungkas Basith. (Mukrim)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
a day ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
a day ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
a day ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
a day ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
16 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
16 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
16 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





