Mengapa Sate Madura Ada di Mana-Mana? Menelusuri Jejak Rasa dan Budaya Merantau
Fajar - Thursday, 29 January 2026 | 05:30 PM


salsabilafm.com - Hampir di setiap sudut kota di Indonesia, kita dapat dengan mudah menemukan gerobak sate berbentuk perahu atau warung soto dengan spanduk khas Madura. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ada perpaduan antara kecocokan rasa dengan lidah masyarakat Indonesia dan budaya merantau yang kuat dari suku Madura.
Kekuatan Cita Rasa yang Universal
Kuliner Madura memiliki karakteristik rasa yang berani: manis, gurih, dan sedikit pedas. Sate Madura, misalnya, menonjol karena bumbu kacangnya yang diolah sangat halus dan dimasak lama hingga mengeluarkan minyak alami yang gurih. Sementara Soto Madura menawarkan kekayaan rempah pada kuahnya yang cenderung bening namun berlemak daging yang kuat. Karakter rasa ini bersifat universal dan mudah diterima oleh berbagai suku di Indonesia.
Mentalitas Wirausaha dan Budaya Merantau
Karakteristik tanah Madura yang kering, seperti yang dibahas dalam Mengenal Geografi Pulau Madura, mendorong warganya untuk merantau guna mencari penghidupan yang lebih baik. Kuliner menjadi modal utama mereka. Dengan modal yang relatif terjangkau, banyak perantau Madura memulai bisnis makanan secara mandiri. Mereka dikenal memiliki loyalitas komunitas yang tinggi, di mana sesama perantau akan saling membantu memberikan resep dan teknik berdagang kepada pendatang baru dari daerah yang sama.
Keberhasilan mereka menjaga keaslian rasa, seperti pada bumbu pelengkap, adalah kunci utama. Salah satu pelengkap yang tak boleh ketinggalan adalah sambal khas, yang cara pembuatannya bisa Anda pelajari di artikel Cara Membuat Sambal Pencit Khas Madura.
Next News

Tutorial Membuat Sambal Mangga Muda (Pencit) Khas Bebek Madura di Rumah
4 days ago

Kue Keranjang di Indonesia: Sejarah Penggunaan, Resep, dan Perbandingan Teknis
11 days ago

DPD KNPI Sampang Sukses Gelar Ramadhan Fest 2025
10 months ago

Digemari Masyarakat, Ini Asal Usul Nasi Kobel
a year ago





